Puluhan juta pemilik smart TV kini menghadapi risiko kerusakan perangkat permanen akibat pembaruan perangkat lunak yang dinilai cacat. Gugatan class action terbaru menuduh Roku dan TCL merilis update yang membuat televisi tidak berfungsi total atau bricked tanpa solusi perbaikan yang memadai. Fenomena ini memperkuat kekhawatiran konsumen global mengenai praktik penghentian fungsi produk secara sengaja oleh produsen teknologi.
Sebuah gugatan hukum yang diajukan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Tengah California mengungkap sisi gelap ekosistem smart TV. Roku dan TCL dituduh secara repetitif merilis pembaruan perangkat lunak yang merusak fungsionalitas produk mereka sendiri. Alih-alih memberikan fitur baru, pembaruan tersebut justru membuat televisi mengalami malfungsi sistemik yang fatal.
Gugatan tersebut merinci bahwa kegagalan pengujian perangkat lunak pada skala besar telah menyebabkan televisi menjadi "batu" (bricked). Masalah ini dilaporkan terjadi pada jajaran produk populer, termasuk Roku Select Series, Roku Plus Series, serta TCL Seri 3, 4, 5, dan 6 yang mengoperasikan sistem operasi Roku OS.
Kerusakan yang dilaporkan biasanya dimulai dengan gejala ringan sebelum akhirnya mati total. Konsumen mengeluhkan munculnya cahaya putih yang berkedip di layar, diikuti dengan layar yang berubah menjadi hitam pekat secara permanen. Meskipun suara perangkat masih terdengar berfungsi normal, ketiadaan gambar membuat televisi tersebut tidak lagi bisa digunakan.
Pihak penggugat menyatakan bahwa kedua perusahaan gagal memastikan update mereka bebas dari cacat sebelum didistribusikan ke jutaan pengguna. Lebih buruk lagi, tidak ada langkah perbaikan konkret yang diberikan setelah perangkat mengalami kerusakan akibat pembaruan otomatis tersebut.
Terri Else, penggugat utama dalam kasus ini, membagikan kronologi yang dialaminya sejak membeli TCL Roku TV pada 2018. Setelah beberapa tahun penggunaan normal, televisinya mulai mengalami gangguan layar hingga akhirnya berhenti berfungsi total pada Januari 2023. Saat mencoba mencari keadilan, ia justru menghadapi tembok besar dari layanan purna jual perusahaan.
TCL dilaporkan menolak untuk menanggung kerusakan tersebut di bawah skema garansi dengan alasan kerusakan berasal dari cacat perangkat lunak. Else kemudian membeli unit pengganti, namun perangkat kedua tersebut juga mengalami kerusakan serupa dalam waktu kurang dari satu tahun penggunaan. Pengalaman ini mencerminkan kegagalan sistemik dalam perlindungan konsumen di era perangkat yang selalu terhubung internet.
Kasus ini bukan satu-satunya yang mengguncang industri hiburan digital belakangan ini. Pada April lalu, Amazon juga menghadapi gugatan serupa di Los Angeles karena dituduh sengaja merusak perangkat Fire TV sebelum masa pakainya berakhir. Tren ini memicu perdebatan mengenai planned obsolescence atau praktik merancang produk agar cepat rusak demi mendorong penjualan unit baru.
Riset pasar menunjukkan bahwa lebih dari 90 juta rumah tangga di Amerika Serikat menggunakan setidaknya satu perangkat Roku. Angka ini mencakup hampir setengah dari seluruh rumah tangga dengan koneksi broadband di negara tersebut. Skala penggunaan yang masif ini membuat setiap bug dalam pembaruan perangkat lunak memiliki dampak ekonomi yang sangat besar bagi konsumen.
Gugatan tersebut juga melampirkan bukti bahwa Roku dan TCL sebenarnya menyadari adanya cacat ini. Hal tersebut terlihat dari banyaknya panduan pemecahan masalah (FAQ) di situs resmi mereka serta ribuan keluhan serupa di forum komunitas Roku dan media sosial seperti Reddit dan X.
Menanggapi tuduhan serius tersebut, juru bicara Roku memberikan pernyataan singkat kepada media. "Kami percaya bahwa klaim-klaim tersebut tidak berdasar," ujar perwakilan perusahaan. Di sisi lain, TCL hingga saat ini masih memilih untuk tidak memberikan komentar resmi terkait proses hukum yang sedang berjalan.
Proses hukum ini akan menjadi ujian penting bagi regulasi perlindungan konsumen di sektor teknologi. Jika gugatan ini dikabulkan, hal ini bisa mengubah cara perusahaan teknologi mengelola pembaruan perangkat lunak otomatis di masa depan. Konsumen kini menuntut transparansi lebih besar dan tanggung jawab penuh dari produsen atas setiap baris kode yang mereka kirimkan ke ruang keluarga pengguna.
Model TV m?
na saja yang terkena masalah pembaruan Roku? A: Model yang terdampak mencakup Roku Select Series, Roku Plus Series, serta TCL Seri 3, 4, 5, dan 6 yang menggunakan sistem operasi Roku OS.