MATARAM — Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, menyebut panggung TEI 2026 sebagai ruang memperkenalkan kekhasan kriya Lombok ke pasar yang lebih luas. Cukli lolos sebagai salah satu dari delapan produk kriya potensial Dekranas 2026 yang dipamerkan dalam ajang perdagangan tersebut.
Kehadiran Cukli di ICE BSD City bukan kali pertama mendapat pengakuan tingkat nasional. Sebelumnya, kerajinan ini meraih predikat Winner kategori Kriya Kayu di ajang Kriyanusa.
Kayu dan Tatahan Kulit Kerang Jadi Pembeda Cukli
Cukli merupakan kerajinan berbahan dasar kayu dengan hiasan tatahan kulit kerang. Perpaduan dua bahan itu menghasilkan corak dan kilau alami yang tidak ditemukan pada kriya kayu biasa.
Bagi perajin Lombok, proses tersebut menuntut keterampilan tersendiri. Bahan lokal diolah menjadi karya bernilai seni sekaligus punya nilai jual.
"Cukli Lombok memiliki kekhasan yang lahir dari keterampilan perajin dalam memadukan kayu dan tatahan kulit kerang. Kehadirannya di Trade Expo Indonesia menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kualitas dan karakter kriya NTB kepada pasar yang lebih luas," kata Bunda Sinta, sapaan akrabnya.
Delapan Produk Kriya Dekranas 2026, Cukli Salah Satunya
Seleksi Dekranas menempatkan Cukli dalam delapan produk kriya potensial yang layak tampil di TEI 2026. Ajang itu mempertemukan perajin dengan pelaku perdagangan dan calon pembeli dari sejumlah negara.
Menurut Bunda Sinta, capaian di Kriyanusa dan keikutsertaan dalam TEI 2026 semestinya menjadi dorongan bagi pengembangan produk kriya lain di NTB. Penguatan kualitas, inovasi desain, dan konsistensi produksi disebutnya sebagai bagian penting agar produk lokal mampu memenuhi kebutuhan pasar tanpa kehilangan identitas budaya.
Harapannya, semakin banyak produk unggulan NTB memperoleh kesempatan serupa. "Bukan hanya dikenal karena keunikan budayanya, tetapi juga mampu bersaing, memperluas pasar, dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi para perajin," ujarnya.
Akses Pasar Lebih Luas, Nilai Produk Perajin Ikut Terangkat
Keikutsertaan Cukli di TEI 2026 diarahkan memperluas jejaring dengan pelaku perdagangan dan calon pembeli. Bagi perajin, akses pasar yang semakin luas dinilai dapat meningkatkan nilai produk dan memperkuat keberlangsungan usaha.
Bunda Sinta berharap Cukli menjadi contoh bahwa warisan keterampilan lokal bisa terus berkembang melalui inovasi dan akses pasar yang tepat. Pelestarian budaya, menurutnya, perlu berjalan seiring peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menjaga dan menghidupkannya.
Dari tangan perajin Lombok, Cukli membawa identitas budaya dan peluang ekonomi. Arahnya sejalan dengan cita-cita NTB Makmur Mendunia yang digaungkan pemerintah provinsi.