NUSA TENGGARA BARAT — Film Red Sonja (2025) dibintangi Matilda Lutz akan tayang perdana di layar kaca Indonesia melalui program Bioskop Trans TV pada Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 20.15 WIB. Kisah petualangan barbar ini mengikuti Sonja yang harus menyatukan kelompok petarung tak terduga demi melawan Kaisar Dragan dan permaisurinya, Annisia. Penayangan perdana ini menjadi kesempatan bagi penonton Indonesia menyaksikan adaptasi komik tersebut tanpa perlu ke bioskop.
Matilda Lutz memerankan Sonja, pengembara barbar yang bertahan hidup di hutan belantara Hyrkania setelah tanah kelahirannya diinvasi bangsa barbar. Invasi berdarah itu membantai hampir seluruh rakyatnya dan memaksa Sonja muda melarikan diri, terpisah dari sukunya.
Selama bertahun-tahun, Sonja hidup menyendiri sambil memuja dewi hutan Ashera. Ia terus mencari sisa kaum Hyrkania yang tersebar, sampai kedamaian hutan tempatnya berlindung terusik oleh sekelompok tentara bayaran.
Premis: Invasi Hyrkania dan Perlawanan Sonja
Para tentara bayaran itu memburu hewan-hewan eksotis untuk diambil culanya. Binatang tersebut dikumpulkan untuk diadu dalam arena gladiator sebagai bentuk penghormatan bagi Kaisar Dragan.
Sonja melacak dan menyerang para pemburu tepat saat Dragan tengah meninjau hasil tangkapan. Aksi heroiknya digagalkan pasukan Dragan, dan ia jatuh tak sadarkan diri usai dihantam Jenderal Karlak.
Kaisar yang bengis itu memerintahkan pasukannya menyeret Sonja ke ibu kota agar bertarung di arena mematikan. Di balik kekejamannya, Dragan memegang separuh buku kuno Hyrkania yang memberinya akses menuju pengetahuan sains dan kekuatan gaib masa lalu.
Buku Kuno dan Ambisi Kaisar Dragan
Dragan berambisi menemukan sisa bagian buku tersebut demi membuka rahasia kekuatan penuh dan memperluas dominasi kerajaannya. Ia meyakini peta hutan milik Sonja adalah kunci utama untuk melacak para pengungsi Hyrkania yang menyembunyikan sisa teks kuno itu.
Ketegangan memuncak di arena gladiator saat Sonja beserta para budak dipaksa melawan cyclops, makhluk bermata satu raksasa. Makhluk buas itu di luar kendali alaminya karena dikendalikan secara paksa oleh perangkat ciptaan Dragan.
Di tengah pertarungan hidup dan mati, Sonja berhasil mencabut alat pengendali dan meyakinkan sang cyclops bahwa musuh mereka sebenarnya adalah Dragan. Makhluk yang baru terbebas itu langsung mengamuk dan melukai sang kaisar.
Pelarian ke Pegunungan dan Ancaman Annisia
Memanfaatkan kekacauan yang melanda arena, Sonja bergerak cepat menghancurkan alat sumber energi milik Dragan sebelum melarikan diri. Ia bersama rombongan petarung budak kabur menuju kawasan pegunungan untuk mencari perlindungan.
Pelarian mereka terus dibayangi maut lantaran diburu pasukan Dragan serta Annisia, ksatria mematikan yang mengidap skizofrenia. Pengejaran dipastikan berjalan beringas usai Dragan menjanjikan ikatan pernikahan kepada Annisia apabila wanita itu mampu membawa pulang kepala Sonja.
Red Sonja merupakan adaptasi dari karakter komik populer yang kali ini digarap sebagai film aksi fantasi. Penayangan di Bioskop Trans TV menjadi jalur distribusi gratis bagi penonton Indonesia yang belum sempat menontonnya di layar lebar.
Setelah Red Sonja, Bioskop Trans TV akan melanjutkan dengan penayangan SAS: Red Notice pukul 22.15 WIB. Dua film bertema aksi itu mengisi slot prime time akhir pekan stasiun televisi tersebut.