Pencarian

BYD Sudah Produksi 32.040 Mobil di Indonesia, Impor Anjlok 96 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 • 13:03:01 WIB
BYD Sudah Produksi 32.040 Mobil di Indonesia, Impor Anjlok 96 Persen
Pabrik BYD di Indonesia memproduksi 32.040 unit mobil sepanjang April–September 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — PT BYD Auto Indonesia mencatatkan produksi 32.040 unit mobil sepanjang April–September 2026, meski pabriknya baru diresmikan September lalu. Lonjakan produksi lokal ini membuat impor mobil BYD turun 96 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dari 27.795 unit menjadi 1.108 unit.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diunggah September 2026 menunjukkan produksi mobil BYD di Tanah Air sudah berjalan sejak April, lima bulan sebelum peresmian pabrik. Model yang diproduksi adalah Atto 1 serta M6 dalam varian PHEV dan EV.

Peresmian fasilitas produksi yang dikelola PT BYD Auto Indonesia tersebut menandai peralihan strategi pabrikan asal China itu dari pengiriman utuh ke perakitan dalam negeri.

Produksi Naik Lima Bulan Berturut-turut

Volume produksi BYD meningkat setiap bulan sejak dimulai. Pada April tercatat 198 unit, lalu Mei 1.560 unit, Juni 4.595 unit, Juli 8.788 unit, Agustus 9.736 unit, dan September 7.163 unit.

Total produksi sepanjang periode tersebut mencapai 32.040 unit. Penurunan di September tidak mengubah tren keseluruhan yang menunjukkan kapasitas pabrik mulai dimanfaatkan secara bertahap.

Impor Utuh Tinggal 2 Persen dari Total Pengapalan

Komposisi pengapalan mobil secara utuh oleh BYD kini hanya 2 persen, atau sebanyak 1.108 unit. Penurunan impor mencapai 96 persen pada Januari–September 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu yang masih 27.795 unit.

Angka tersebut menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pasar domestik kini bertumpu pada produksi lokal, bukan lagi pada model impor.

Pabrik 126 Hektar dengan Investasi Rp 11,6 Triliun

Fasilitas produksi BYD berdiri di atas lahan 126 hektar dengan nilai investasi Rp 11,6 triliun. Pabrik ini diklaim melibatkan 5.000 pekerja lokal, dengan potensi bertambah menjadi lebih dari 20 ribu pekerja bila beroperasi pada kapasitas penuh.

Kapasitas maksimal pabrik mencapai 150 ribu unit per tahun. Jumlah itu jauh di atas realisasi produksi April–September 2026 yang baru 32.040 unit.

Kewajiban Produksi 92 Ribu Unit untuk Program Insentif CBU

Pabrik BYD memiliki kewajiban memproduksi setidaknya 92 ribu mobil listrik. Kewajiban ini merupakan komitmen sebagai peserta program insentif impor mobil listrik Completely Built Up (CBU).

Insentif yang dinikmati BYD pada 2024–2025 meliputi tarif bea masuk 0 persen dari seharusnya 50 persen dan PPnBM 0 persen dari seharusnya 15 persen. Total pajak yang dibayarkan ke pemerintah pusat menjadi hanya 12 persen dari seharusnya 77 persen.

Selain BYD, lima produsen lain ikut serta dalam program serupa: Vinfast Automobile Indonesia, Geely Motor Indonesia, Era Industri Otomotif (Xpeng), National Assemblers (Aion, Citroen, Maxus, dan VW), serta Inchape Indomobil Energi Baru (GWM Ora).

Para peserta diwajibkan membuka bank garansi dan memproduksi di dalam negeri dengan volume setara jumlah unit impor. Masa produksi lokal ditetapkan mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, dengan ketentuan mengikuti road map Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan spesifikasi minimal sama.

Jika produsen tidak mampu memenuhi volume produksi lokal, pemerintah dapat mengeklaim bank garansi untuk membayar utang peserta program.

Follow lombok24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks