NUSA TENGGARA BARAT — Harga emas spot ditutup turun 0,54% ke US$4.171,72 per ons pada perdagangan Senin (12/10/2026), terbebani penguatan indeks dolar AS yang menyentuh level tertinggi dalam 1,5 tahun. Pelemahan ini membuka peluang harga Emas Antam ikut terkoreksi pada perdagangan hari ini, Selasa (13/10/2026), setelah sehari sebelumnya sempat naik Rp2.000 menjadi Rp2.594.000 per gram.
Tekanan terhadap logam mulia datang dari dua sisi sekaligus. Indeks dolar AS yang menguat ke puncak 1,5 tahun membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sementara lonjakan harga minyak mentah WTI sebesar 2% pada hari yang sama menambah kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi baru.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember 2026 juga ditutup melemah 0,61% ke US$4.190,6 per ons, mengonfirmasi tekanan jual yang merata di pasar berjangka maupun spot.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Jadi Pemberat
Pasar kini memperhitungkan peluang sebesar 22% bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC 27-28 Oktober mendatang. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat menjadi faktor negatif bagi logam mulia, karena imbal hasil aset berbunga menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan yield.
Kombinasi dolar kuat, minyak naik, dan spekulasi kenaikan bunga membuat posisi emas rentan koreksi lanjutan dalam jangka pendek.
Harga Emas Antam Sehari Sebelumnya Masih Naik
Pada perdagangan Senin (12/10/2026), harga beli Emas Antam justru naik Rp2.000 menjadi Rp2.594.000 per gram, mengikuti kenaikan emas dunia di sesi Asia hari itu. Harga buyback atau jual kembali juga naik Rp7.000 menjadi Rp2.408.000 per gram.
- Harga beli Emas Antam: Rp2.594.000 per gram (naik Rp2.000)
- Harga buyback: Rp2.408.000 per gram (naik Rp7.000)
- Emas spot: US$4.171,72 per ons (turun 0,54%)
- Emas berjangka Desember 2026: US$4.190,6 per ons (turun 0,61%)
Pergerakan harga Antam biasanya mengikuti jejak emas dunia dengan jeda satu sesi, sehingga penurunan di pasar global pada Senin malam berpotensi tercermin pada pembukaan harga hari ini.
Proyeksi Vibiz Research Center untuk Perdagangan Hari Ini
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga Emas Antam dapat turun mengikuti penurunan harga emas dunia. Proyeksi ini sejalan dengan arah pergerakan spot yang ditutup di zona merah tanpa tanda-tanda pembalikan menjelang sesi Asia.
Bagi investor emas jangka pendek, koreksi semacam ini kerap dimanfaatkan sebagai titik akumulasi, terutama jika harga buyback ikut menyesuaikan. Namun dengan peluang kenaikan bunga The Fed masih terbuka, volatilitas harga emas diperkirakan tetap tinggi hingga pertemuan FOMC akhir Oktober.