NUSA TENGGARA BARAT — Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali erupsi pada Sabtu (10/10/2026) pukul 15.05 WIT dengan amplitudo maksimum 20 milimeter dan durasi 35,47 detik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Level II (Waspada) dan melarang aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang. Dalam sepekan terakhir, gunung api ini tercatat sudah tujuh kali meletus.
Erupsi terbaru terekam di seismograf, tetapi visual letusan tidak teramati dari pos pengamatan. Pengamatan kegempaan sepanjang 10 Oktober 2026 pukul 00.00-23.59 WIT mencatat tiga kali gempa letusan dengan amplitudo 6-19 milimeter dan durasi 37,84-41,63 detik.
Selain gempa letusan, petugas mencatat tiga kali gempa low frequency beramplitudo 3-4 milimeter serta tiga kali gempa tektonik jauh beramplitudo 8-13 milimeter. Data itu dirilis PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia.
Mengapa Radius 4 Kilometer Ditutup
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung agar tidak beraktivitas, tidak mendaki, dan tidak mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer. Larangan ini berlaku selama status gunung masih di Level II (Waspada).
Bagi traveler yang sedang merencanakan perjalanan ke Halmahera Utara, area kawah masuk zona terlarang. Aktivitas wisata di luar radius tersebut masih dapat dilakukan, tetapi wajib memantau pembaruan status harian dari PVMBG. Informasi terkini dapat dikonfirmasi via pos pengamatan gunung api atau dinas pariwisata setempat.
Rekor Erupsi Gunung Api Indonesia 2026
Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia merekam 5.032 letusan gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 1.951 letusan, jauh di atas Gunung Dukono yang tercatat 230 kali erupsi.
Angka itu menempatkan Dukono sebagai salah satu gunung paling aktif di Indonesia, meski intensitas letusannya tergolong kecil. Erupsi Dukono umumnya berupa lontaran abu setinggi ratusan meter, bukan aliran lava besar.
Dampak bagi Penerbangan dan Warga
Abu vulkanik menjadi risiko utama bagi penerbangan di sekitar Halmahera. Bandara terdekat, yakni Bandara Gamarmalamo di Galela, berada dalam jangkauan sebaran abu saat angin mengarah ke selatan atau tenggara. Traveler yang hendak terbang ke wilayah ini sebaiknya mengecek status penerbangan sebelum berangkat.
Warga di desa-desa sekitar kaki gunung diminta menyiapkan masker dan menutup sumber air bersih dari abu. Hujan abu tipis biasanya terjadi di desa Mamuya, Galela, dan sekitarnya saat erupsi berlangsung lebih kuat.
Tips Traveler di Zona Aktif Gunung Api
- Pantau status gunung lewat aplikasi MAGMA Indonesia atau situs PVMBG setiap hari sebelum beraktivitas.
- Jangan pernah mendekati kawah, termasuk untuk tujuan foto, selama status di atas Level I.
- Bawa masker N95 dan kacamata pelindung jika berada di area yang berpotensi terkena hujan abu.
- Simpan nomor pos pengamatan gunung api dan BPBD setempat untuk laporan darurat.
- Ikuti arahan petugas lapangan, bukan informasi dari media sosial yang belum terverifikasi.
Gunung Dukono berada di utara Pulau Halmahera dan bisa dijangkau dari Ternate dengan kapal cepat sekitar satu jam ke Tobelo, lalu perjalanan darat ke pos pengamatan. Durasi ideal untuk memantau aktivitas gunung dari titik aman adalah satu hingga dua hari, sambil tetap menyiapkan rencana cadangan bila status naik ke Level III.