BMKG Bima Sebut Kabut Asap di Bima-Dompu dari Pembakaran Lahan Lokal, Jarak Pandang 5-6 Km

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:02:31 WIB
Kabut asap teramati di wilayah Bima dan Dompu dengan jarak pandang mencapai 5-6 kilometer.

BIMA — Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Sultan Muhammad Salahuddin BMKG Bima, Moch. Syaiful Annas, menjelaskan bahwa sebaran asap karhutla dari Kalimantan terpantau bergerak ke arah barat laut sehingga belum mencapai NTB. Karena itu, udara kabur yang teramati di Bima dan Dompu lebih mungkin bersumber dari pembakaran lahan di sekitar wilayah setempat. Sumber pastinya belum bisa dipastikan karena masih memerlukan pengamatan langsung di lapangan.

Minim Hujan dan Inversi Suhu Bikin Asap Bertahan Lama

Kondisi cuaca yang relatif kering memperpanjang masa tinggal partikel asap di atmosfer. Annas menyebut curah hujan yang minim disertai inversi suhu menjadi penyebabnya.

"Kondisi minim curah hujan dan adanya inversi suhu turut menyebabkan partikel asap bertahan lebih lama di atmosfer. Situasi ini perlu diwaspadai, terutama ketika vegetasi dan lahan dalam kondisi rentan terbakar," jelas Annas, Senin (19/10/2026).

Vegetasi yang kering akibat minimnya hujan membuat lahan di Bima dan Dompu mudah terbakar. Angin kencang yang bertiup di kawasan itu berpotensi mempercepat penyebaran api ke area vegetasi.

Penerbangan di Bandara Bima Belum Terganggu

Meski udara tampak kabur, aktivitas penerbangan di Bandara Bima masih berjalan normal. Jarak pandang mendatar berada pada kisaran 5-6 kilometer, angka yang menurut BMKG belum mengganggu operasional pesawat.

Kualitas udara di Bima dan Dompu juga masih terpantau dalam kategori sedang. Namun, BMKG meminta warga tetap waspada terhadap kemungkinan memburuknya kualitas udara jika pembakaran lahan terus berlangsung.

Warga Diminta Laporkan Titik Api ke Petugas

BMKG Bima mengimbau seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan mencegah meluasnya kebakaran dan memburuknya kualitas udara. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, termasuk semak belukar dan sampah di area terbuka.

Aktivitas apa pun yang berpotensi memicu percikan api juga perlu dihindari. Warga yang menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar diminta segera melapor ke petugas setempat.

"Masyarakat diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas setempat apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar," pungkasnya.

Pencegahan bersama dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko karhutla sekaligus menjaga kualitas udara di Bima dan Dompu selama periode cuaca kering.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: kicknews.today This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top