MATARAM — Tim Seleksi Pemuda Pelopor Desa Tingkat Provinsi NTB 2026 menutup rangkaian penilaian di Kabupaten Lombok Utara setelah dua hari sebelumnya menyambangi Kabupaten Lombok Timur. Sesi Lombok Timur berlangsung dua hari karena jarak antartitik yang berjauhan, dengan tiga peserta yang dinilai.
Ketua Tim Seleksi H. Tarmidzi memimpin langsung penilaian di dua kabupaten terakhir. Tim beranggotakan Profesor Kadri dari Akademi Universitas Islam Negeri Mataram, Gema ST dari kalangan praktisi informasi teknologi, Junaidin S.Pd. yang merupakan Alumni Pemuda Pelopor Juara Nasional Bidang Lingkungan 2023, serta Henny Indu, Jafung Kepemudaan pada Dinas Dikpora NTB.
Di Kabupaten Lombok Timur, tiga peserta memaparkan program sesuai bidangnya. Satriawadi tampil di bidang Seni dan Budaya, Rahayu di bidang Lingkungan, serta Siti Hidayatun Ni'am di bidang Sosial Kemasyarakatan.
Sesi akhir di Kabupaten Lombok Utara diwakili dua peserta. Adelia Rizkiana, S.T. mengikuti seleksi bidang Lingkungan, sedangkan Nobi Abandi di bidang Sosial Kemasyarakatan.
Tim seleksi menilai program dan kiprah peserta dalam mengembangkan potensi lokal, menjawab persoalan masyarakat, serta mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan desa. Aspek keberlanjutan program dan manfaat yang dirasakan warga menjadi pertimbangan penting untuk melihat dampak kepeloporan.
Seleksi ini menjadi bagian dari upaya menjaring pemuda-pemudi inspiratif yang punya inisiatif, inovasi, serta kontribusi nyata dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Kegiatan yang sebelumnya berlangsung hampir dua pekan di Pulau Sumbawa dan sebagian Pulau Lombok ini diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi pemuda yang berkomitmen menghadirkan perubahan positif di lingkungan masing-masing.
Pengumuman pemenang akan dilakukan secara terbuka. Penyerahan hadiah dijadwalkan pada puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, Jalan Pendidikan No. 19.A, Mataram.
Melalui jalur ini, pemuda di NTB didorong tidak hanya menjadi bagian dari pembangunan, tetapi juga menghadirkan gagasan dan aksi nyata yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat desa.