SUMBOWA BESAR — Komunikasi dengan Dewan Nasional KEK membahas arah pengembangan dan peluang pembentukan KEK Samota. Budi menyampaikan hal itu usai pertemuan tersebut, Sabtu (10/10/2026).
"Kami mengomunikasikan langsung dengan Dewan Nasional KEK untuk mendapatkan gambaran sekaligus mendiskusikan lebih dalam terhadap usulan KEK Samota," ujarnya.
Menurut Budi, sebuah KEK harus punya fokus sektor yang jelas. Sumbawa sendiri memiliki banyak pilihan potensi, mulai dari pariwisata, industri, pendidikan, hingga pertahanan dan keamanan.
Budi menilai pariwisata punya peluang besar mendukung pengembangan KEK Samota. Kabupaten Sumbawa memiliki tujuh potensi wisata yang dapat mendorong perekonomian daerah, salah satunya wisata hiu paus di Teluk Saleh.
Sumbawa juga memiliki Cagar Biosfer Dunia dan sejumlah destinasi wisata lain. Tingkat kunjungan wisatawan yang meningkat setiap tahun memperkuat peluang sektor ini sebagai unggulan.
"Di sektor wisata saja, kita Kabupaten Sumbawa memiliki tujuh potensi wisata yang mampu meningkatkan perekonomian, seperti wisata whale shark di Teluk Saleh. Cagar Biosfer Dunia juga cukup bagus, termasuk beberapa destinasi wisata lainnya dan tingkat kunjungan wisatawan yang semakin meningkat setiap tahunnya," jelasnya.
Selain pariwisata, Pemkab Sumbawa mempertimbangkan hilirisasi industri berbasis kelautan. Garis pantai yang panjang dan hasil laut melimpah menjadi modal utama sektor ini.
Potensi tersebut dapat mendukung industri pengolahan hasil laut. Daerah tidak lagi hanya mengandalkan hasil laut mentah, tetapi berpeluang meningkatkan nilai tambah melalui proses pengolahan.
"Kita juga memiliki kekuatan kawasan industri hilirisasi terkait dengan kelautan karena memang kita memiliki garis pantai yang cukup panjang dan juga memiliki potensi hasil laut yang melimpah dan bagus," ungkapnya.
Budi menegaskan Pemkab Sumbawa akan mematangkan kedua sektor tersebut sebelum menentukan fokus utama KEK Samota.
"Potensi-potensi yang dimiliki inilah yang akan kita kerucutkan untuk kita siapkan. Kalau yang paling berkemungkinan pengembangan KEK Samota ini ada dua, yaitu di sektor pariwisata dan hilirisasi industri," tegasnya.
Selain menentukan sektor unggulan, Pemkab Sumbawa menyiapkan readiness criteria (RC) atau kriteria kesiapan untuk mendukung usulan KEK Samota. Persiapan ini mencakup pembahasan mengenai keterlibatan investor.
Budi mengatakan pemerintah daerah masih mempertimbangkan pola pelibatan investasi. Ada dua pilihan yang tengah dikaji, yakni menggandeng investor sejak tahap persiapan atau melibatkan mereka setelah KEK Samota terbentuk.
"Kesiapan readiness criteria (RC) terhadap KEK Samota sedang kita siapkan. Ini tidak hanya pemerintah daerah saja, tetapi juga melibatkan investasi," ujarnya.
Menurut Budi, kedua pilihan tersebut masih menjadi bahan pertimbangan. Pemkab perlu menentukan waktu yang tepat untuk menggandeng investor dalam pengembangan kawasan.
"Pilihannya kita menggandeng langsung investasi atau setelah KEK Samota terbentuk," pungkasnya.
Pemkab Sumbawa kini mematangkan usulan KEK Samota dengan mempertimbangkan potensi daerah, kesiapan kawasan, dan pola keterlibatan investor. Pariwisata dan hilirisasi industri menjadi dua sektor yang masuk dalam pembahasan utama pemerintah daerah.