NUSA TENGGARA BARAT — Porsche memastikan 718 Boxster EV meluncur 2027 dengan penempatan baterai di posisi mesin lama, bukan di lantai. Kami ikut menumpang prototipe di sirkuit Weissach, dan posisi duduk rendah khas Boxster bensin masih terasa kental meski penggeraknya listrik.
Porsche akhirnya membuka kartu soal penerus listrik 718 Boxster dan Cayman. Pada Capital Markets Day, pabrikan asal Stuttgart itu mengonfirmasi 718 EV akan hadir 2027, setelah pertama kali diumumkan 2022 dan sempat tertunda cukup lama. Kami berkesempatan menumpang prototipe di sirkuit uji Weissach, Jerman, sebagai penumpang, bukan pengemudi.
Porsche tidak memakai pola skateboard yang lazim di EV, di mana baterai diletakkan di bawah lantai. Baterai justru ditanam di posisi mesin 718 bensin, tepat di belakang kursi, dan terintegrasi secara struktural ke sasis.
Arsitektur ini disebut E-Core. Tujuannya jelas: mempertahankan karakter mid-engine 718 bensin. Distribusi bobotnya pun mirip, dengan 55,2 persen berat di poros belakang, mendekati 59,8 persen milik Boxster bensin.
Efeknya langsung terasa begitu masuk ke kabin. Banyak EV punya posisi duduk tinggi karena baterai menumpuk di lantai, tapi prototipe 718 EV ini terasa rendah dan familiar, mirip Boxster bensin yang baru saja dihentikan produksinya.
Model berkamuflase tipis itu masih memakai lampu depan dan belakang berbeda, serta tampak meninggalkan intake di depan roda belakang. Tapi siluet rampingnya nyaris identik dengan 718 bensin. Porsche menyebut E-Core jadi kunci mempertahankan proporsi tersebut.
Kami belum bisa mengemudikannya sendiri. Dari kursi penumpang, mobil ini terasa lincah saat melahap tikungan sempit Weissach. Pengemudi menyebut unit prototipe ini berpenggerak roda belakang, meski belum jelas apakah pakai satu motor atau dua motor terpisah.
Mobil mudah berputar arah dan masuk tikungan tanpa koreksi berlebihan. Body roll minim, dan meski kemungkinan lebih berat dari pendahulunya, bobot itu tidak mengganggu handling secara mencolok. Suspensi juga masih terasa cukup nyaman saat melibas curb.
Satu hal yang bisa dipastikan: 718 EV akan memakai mode E-Shift seperti di Taycan 2027, yang mensimulasikan perpindahan gigi dan suara mesin lewat paddle. Pengemudi kami mengaku menyukainya karena memberi titik referensi saat melaju di trek. Suara mesin buatannya tidak terdengar terlalu artifisial dan tidak terlalu keras, berbeda dari efek suara Dodge Charger Daytona.
Porsche masih pelit detail. Belum ada angka tenaga, spesifikasi powertrain, sasis, maupun perkiraan jarak tempuh. Yang sudah dipastikan, 718 EV akan memakai arsitektur 800 volt untuk pengisian cepat.
Pabrikan juga menyebut baterainya dirancang untuk performa yang bisa diulang, bukan hanya sekali pacu. Tapi informasi kunci seperti tenaga, range, dan harga masih harus ditunggu.
Bagi penggemar Boxster bensin yang khawatir versi listrik akan kehilangan karakternya, sinyal awal dari Weissach cukup melegakan. Tapi tanpa angka tenaga, range, dan harga, penilaian utuh baru bisa dilakukan saat Porsche membuka semua datanya dan kami bisa memegang kemudi sendiri.