BMKG Peringatkan Gelombang Hampir 3 Meter di Samudra Hindia Selatan NTB, Nelayan Diminta Waspada

Penulis: Khoirul Anwar  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:01:01 WIB
BMKG memprakirakan tinggi gelombang mencapai 2,6–2,9 meter di Samudra Hindia selatan NTB.

MATARAM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca maritim untuk perairan selatan Nusa Tenggara Barat dengan tinggi gelombang berkisar 2,6–2,9 meter di Samudra Hindia selatan NTB. Kondisi itu masuk kategori tinggi dan perlu diperhitungkan sebelum masyarakat memutuskan berlayar.

Angin di wilayah tersebut diprakirakan bertiup dominan dari timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 10–13 knot. Hembusan angin sesaat dapat mencapai 21 knot, sementara arus laut bergerak menuju barat hingga barat daya dengan kecepatan 1,5–1,6 knot.

Peringatan Regional Berlaku hingga Senin Pagi

Peringatan gelombang tinggi regional BMKG untuk NTB berlaku sejak 2 Oktober pukul 08.00 WITA hingga Senin, 5 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA. Dalam rentang itu, perairan selatan Pulau Lombok dan Selat Alas bagian selatan berpotensi mengalami gelombang kategori tinggi, yakni 2,5–4 meter.

Selat Alas bagian utara dan perairan selatan Pulau Sumbawa masuk kategori sedang dengan kisaran 1,25–2,5 meter. Angka 2,9 meter merupakan prakiraan pada waktu tertentu di Samudra Hindia selatan NTB, sedangkan rentang dalam peringatan regional mencakup potensi selama masa berlakunya.

“Harap berhati-hati dan ikuti arahan dari otoritas setempat,” demikian imbauan BMKG pada laman prakiraan perairan Samudra Hindia selatan NTB.

Perairan Selatan Lombok dan Sumbawa Jadi Titik Peningkatan Angin

BMKG menyebut angin permukaan di wilayah NTB dominan bergerak dari timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 30 knot. Peningkatan kecepatan angin berpotensi terjadi di perairan selatan Lombok, Selat Alas bagian selatan, serta perairan utara dan selatan Sumbawa pada siang hingga dini hari.

Di perairan selatan Pulau Lombok, gelombang pada hari yang sama diprakirakan mencapai 2,6 meter. Angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan pada sejumlah waktu mencapai 15 knot. Cuaca di wilayah itu diprakirakan bervariasi dari cerah berawan hingga berawan tebal.

Meski tinggi gelombang diprakirakan turun menjadi sekitar 2,3–2,4 meter pada sebagian waktu berikutnya, perubahan kondisi laut tetap perlu dipantau. Informasi satu perairan tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan kondisi seluruh perairan NTB.

Perahu Nelayan Masuk Kelompok Paling Berisiko

Dalam panduan keselamatan pelayarannya, BMKG menempatkan perahu nelayan sebagai salah satu kelompok yang perlu mewaspadai kombinasi angin dan gelombang. Kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter sudah menjadi kondisi berisiko bagi perahu nelayan.

Nelayan, operator kapal, dan pengguna transportasi laut perlu mengikuti pembaruan BMKG serta arahan syahbandar atau otoritas pelabuhan. Prakiraan dapat berubah, sehingga pengecekan kembali menjelang keberangkatan menjadi bagian penting dari persiapan perjalanan.

Karena kondisi laut berbeda di setiap wilayah, masyarakat perlu memeriksa prakiraan untuk rute yang akan dilalui. Langkah itu menjadi kunci sebelum memutuskan melaut di tengah potensi gelombang tinggi yang masih berlangsung hingga awal pekan.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: kicknews.today This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top