SELONG — Komisaris Utama PT Aqsa Barokah Kareem, Dr. H. Muhammad Sukiman Azmy, meresmikan langsung kantor cabang tersebut dalam sambutan peresmian pada Minggu (27/9/2026). Biro perjalanan yang berbasis di Jakarta Selatan itu menegaskan komitmennya memberikan pelayanan prima dengan prinsip jujur dan amanah.
Peresmian ini menjadi penanda keseriusan Faliqah memperluas layanan di NTB. Sejumlah tamu undangan hadir, mulai dari Tuan Guru, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, hingga pejabat dan mantan pejabat Pemkab Lombok Timur serta Pemprov NTB.
Rekam jejak Faliqah di Lombok Timur terbilang panjang. Biro travel ini tercatat sudah tujuh kali memberangkatkan jemaah yang berasal dari daerah tersebut.
"Alhamdulillah, Faliqah sudah tujuh kali memberangkatkan jemaah yang berasal dari Lombok Timur," ungkap H. Sukiman dalam sambutannya.
Jumlah itu menjadikan Lombok Timur sebagai salah satu basis jemaah terbesar bagi biro travel yang berdiri sejak 2013 silam tersebut.
H. Sukiman menyampaikan pengalaman pribadi sekaligus sejarah berdirinya Faliqah. Semuanya berawal dari keprihatinan terhadap maraknya penipuan terhadap jemaah yang melibatkan sejumlah travel tertentu.
Kondisi itu membuat calon jemaah haji maupun umrah waswas menentukan biro jasa tempat mendaftar. Faliqah hadir untuk menjawab keresahan tersebut agar jemaah tidak mengalami nasib serupa.
Bahkan, H. Sukiman merelakan rumah pribadinya dijadikan kantor perwakilan PT Aqsa Barokah Kareem di Lombok Timur.
Nama Faliqah dipilih bukan tanpa alasan. Menurut H. Sukiman, nama itu mengandung pesan mendalam bagi seluruh pengurus.
"Faliqah itu artinya pemegang amanah yang jujur. Bisa juga diartikan 'kembali'. Maka, Faliqah itu kita artikan kembali melaksanakan haji dan umrah, sekaligus untuk mengingat bahwa kita akan kembali menghadap Allah SWT," terangnya.
Jujur dan amanah menjadi dua prinsip utama yang dipegang pengurus. Keduanya diharapkan menjaga kepercayaan jemaah yang telah diberikan kepada Faliqah.
H. Sukiman juga menyoroti persoalan jemaah umrah yang kerap terlantar di Bandara Soekarno-Hatta. Kejadian itu bisa dipicu keterlambatan pesawat atau kedatangan jemaah yang terlalu awal.
"Kita sering mendengar banyak jemaah umrah yang terlantar di Bandara Soekarno-Hatta, mungkin karena pesawatnya yang terlambat atau karena datangnya terlalu cepat. Melalui Faliqoh, kita tidak mau mendengar cerita seperti itu," imbuhnya.
Untuk mencegah hal itu, Faliqah menyediakan tempat penginapan bagi jemaah daerah yang tiba di Jakarta sebelum jadwal pemberangkatan. Biaya penginapan itu tidak dibebankan tambahan kepada jemaah.
Puncak acara peresmian ditandai dengan pengumuman jadwal keberangkatan. Sebanyak 45 jemaah asal Lombok Timur akan diberangkatkan pada 30 September.
"Oleh karena itu, dengan penuh rasa sukacita, saya meresmikan cabang ini, sekaligus sebagai tasyakuran karena pada tanggal 30 September besok kami akan berangkat bersama 45 jemaah dari Lombok Timur," tutup H. Sukiman.
Dengan hadirnya cabang di Desa Rumbuk, calon jemaah di Lombok Timur kini bisa mengurus pendaftaran dan konsultasi lebih dekat tanpa harus ke Jakarta.