NUSA TENGGARA BARAT — Infinix memastikan Xbook 14 Neo meluncur di Indonesia pada 23 September 2026 dengan bobot hanya 1,2 kg dan baterai 55 Wh, tapi harga resminya masih disimpan rapat. Laptop ini menyasar pelajar, mahasiswa, dan pekerja mobile yang butuh perangkat ringan dengan RAM serta storage yang bisa di-upgrade. Sertifikasi US Military Grade jadi nilai jual tambahan, meski nomor standar pengujiannya belum diungkap.
Infinix Xbook 14 Neo dijadwalkan diperkenalkan lewat kanal digital Infinix Indonesia, lalu dijual di platform e-commerce dan mitra resmi. Peluncuran ini menandai langkah Infinix masuk lebih serius ke pasar laptop lokal setelah sebelumnya dikenal lewat lini smartphone.
Dua angka yang paling sering disebut Infinix soal Xbook 14 Neo adalah bobot 1,2 kg dan baterai 55 Wh. Bobot segitu menempatkannya di kelas ultraportable, cocok untuk dibawa bolak-balik kampus atau kantor tanpa bikin tas berat.
Pengisian daya didukung charger 65W. Infinix belum memberi klaim durasi pemakaian maupun waktu charging penuh, jadi soal awet atau tidaknya baterai masih perlu dibuktikan lewat pengujian independen.
Infinix hanya menyebut Xbook 14 Neo ditenagai prosesor Intel. Seri prosesornya, kapasitas RAM, ukuran storage, sampai spesifikasi layar belum dibuka ke publik.
Yang sudah pasti, RAM dan penyimpanan bisa di-upgrade. Untuk laptop kelas entry hingga mid-range, fleksibilitas ini cukup berarti karena pengguna tidak terkunci pada konfigurasi awal dan bisa memperpanjang masa pakai perangkat seiring kebutuhan aplikasi yang makin berat.
Infinix mengklaim Xbook 14 Neo sudah melewati pengujian suhu ekstrem, tekanan rendah, perubahan temperatur mendadak, dan guncangan mekanis. Klaim ini dibungkus dengan label US Military Grade.
Catatan pentingnya: Infinix tidak mencantumkan nomor standar pengujian militer yang dipakai. Sertifikasi semacam ini juga tidak otomatis membuat laptop kebal terhadap benturan atau kerusakan saat dipakai sehari-hari. Anggap saja sebagai indikator tambahan, bukan jaminan anti-rusak.
Xbook 14 Neo akan hadir dalam warna Twilight Purple. Pilihan pastel ini jelas untuk membedakan diri dari laptop yang mayoritas masih hitam, abu-abu, atau perak.
Target pasarnya adalah pengguna dengan mobilitas tinggi. Tommy Xiong, Country Manager Infinix Indonesia, menyebut bobot ringan sebagai bagian dari kebebasan bergerak.
"Bagi kami, ringan bukan hanya tentang bobot, tetapi tentang memberikan lebih banyak kebebasan bagi pengguna untuk bergerak dan beraktivitas di mana saja," ujar Tommy dalam keterangan resmi.
Tommy juga menyebut Xbook 14 Neo menggabungkan desain ringan, pilihan warna ekspresif, dan harga kompetitif. Tapi soal harga, Infinix masih bungkam.
Peluncuran 23 September 2026 akan jadi momen krusial. Di situ Infinix diharapkan mengungkap spesifikasi lengkap, varian, harga, dan promo penjualan perdana.
Bagi yang butuh laptop ringan untuk kerja dan kuliah, Xbook 14 Neo layak masuk daftar pantau. Tapi tanpa angka harga dan spesifikasi inti, belum ada dasar cukup untuk memutuskan membeli sekarang. Tunggu pengumuman resminya dulu.