BRIDA NTB Serahkan 10 Gerobak Listrik Karya Anak Daerah untuk PKL, Begini Nasib Biaya Operasionalnya

Penulis: Luthfi Hakim  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:41:01 WIB
Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi menyerahkan 10 unit gerobak listrik kepada perwakilan asosiasi pedagang asongan dan PKL di Kantor BRIDA NTB, Lombok Barat, Jumat (21/8/2026).

GIRI MENANG — Sebanyak 10 unit gerobak listrik resmi diserahkan kepada perwakilan asosiasi pedagang asongan dan pedagang kaki lima (PKL) NTB di Kantor BRIDA NTB, Lombok Barat, Jumat (21/8/2026). Penyerahan ini dipimpin langsung oleh Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi, didampingi Sekretaris BRIDA NTB Retno Untari.

Gerobak listrik tersebut bukan produk impor. Prototipe awal dirancang oleh Tim Engineering Pokja Pengelola Workshop Permesinan BRIDA NTB, kemudian diproduksi massal oleh Industri Kecil Menengah (IKM) binaan lokal.

Bukan Sekadar Bantuan, Melainkan Uji Coba Teknologi

Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB itu menegaskan bahwa penyerahan unit ini sekaligus berfungsi sebagai ajang uji coba penerapan teknologi secara langsung di lapangan. Dari interaksi harian para pedagang, BRIDA NTB akan menyerap masukan mengenai keunggulan maupun kelemahan produk sebagai bahan evaluasi.

"Gerobak listrik ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana berjualan, tetapi benar-benar mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan para pelaku usaha. Teknologi harus dapat memberikan manfaat nyata dan membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraannya," ujar I Gede Putu Aryadi.

Target: Pangkas Biaya Harian dan Dongkrak Omzet

Penggunaan gerobak listrik ini dirancang untuk memangkas biaya operasional harian pedagang yang selama ini bergantung pada bahan bakar minyak. Selain itu, jangkauan area jualan menjadi lebih luas dan emisi karbon di kawasan perkotaan bisa ditekan.

Sarana yang lebih bersih dan modern ini diharapkan mampu memikat pembeli. Pada akhirnya, omzet harian para pedagang berpotensi meningkat.

Pelatihan Teknis Menyertai Penyerahan Bantuan

Guna memastikan efektivitas di lapangan, penyerahan bantuan langsung dilanjutkan dengan sesi pelatihan teknis. Para pedagang dibekali pemahaman mendalam mengenai tata cara pengoperasian yang aman, perawatan berkala, hingga pemanfaatan fitur secara optimal.

Langkah BRIDA NTB ini menjadi potret bagaimana riset dan inovasi sederhana mampu diintegrasikan ke dalam ekosistem ekonomi kerakyatan. Ke depan, adaptasi teknologi semacam ini diharapkan menjadi pemicu bagi sektor UMKM di Nusa Tenggara Barat untuk naik kelas, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: globalfmlombok.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top