27 UMKM Binaan BI NTB Tembus KKI 2026 di Jakarta, Target Perluas Pasar hingga Ekspor

Penulis: Khoirul Anwar  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:40:01 WIB
Puluhan produk UMKM binaan Bank Indonesia NTB dipamerkan pada ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), 20–23 Agustus 2026.

MATARAM — Sebanyak 27 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menembus ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), 20–23 Agustus 2026. Partisipasi ini menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pasar, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga menembus pasar ekspor.

KKI 2026 yang mengusung tema "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing" ini dibuka langsung oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming. Ajang tahunan ini melibatkan 27 kementerian/lembaga serta 34 mitra strategis.

Fokus Pemulihan Ekonomi Daerah Terdampak Bencana

Mengangkat semangat "BeudayaMeusare" dari Aceh yang berarti Berdaya Bersama-Sama, gelaran ini tidak sekadar menjadi etalase produk. BI menegaskan komitmennya untuk mendorong kebangkitan ekonomi di wilayah yang terdampak bencana alam, termasuk kawasan Sumatera dan Nusa Tenggara Timur.

Destry Damayanti menyebut penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci. "Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," ujarnya dalam pembukaan.

Produk Unggulan Lombok: Tenun hingga Sate Rembiga

Pada pameran luring di JICC, NTB menampilkan beragam produk kriya dan wastra khas Lombok. Mawar Tenun Lombok, Naung Songket, Tenun Dina, Lamops, hingga perhiasan mutiara dari Ana Pearls dan Maza Handcrafted Pearls & Jewelry menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Sektor kuliner olahan juga turut meramaikan stan NTB. Home Industri Madiun Songgajah dan Sate Rembiga Goyang Lidah berkesempatan memperkenalkan cita rasa khas daerah. Sementara itu, Bale Rattan, Fatih Craft, dan Pinalo mewakili sektor home decor, dan Desa Wisata Bilebante tampil mempromosikan potensi pariwisata lokal.

Business Matching dan Lonjakan Partisipasi Nasional

Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K Pamungkas, mengatakan partisipasi UMKM binaannya tidak berhenti pada pameran. Sejumlah pelaku usaha juga dilibatkan dalam ajang business matching, di antaranya Home Industri Madiun Songgajah dan PT. Mujnah Kemiri Lombok.

Selain itu, 27 UMKM NTB lainnya mengikuti Pameran KKI Online. Mereka antara lain Lombok NTB Pearls, Mawar Ketak, Nutsafir Cookies, CV. Waidah Lombok, CV Hanuman Craft, Anita Reni Fashion & Design, Puntiq Cantiq, Mutiara Gitbay, Totimori, Cahya House, Yuni Kinasih, Allea Etnik Indonesia, Riles Lestary Tenun, Nyalakok Tenun, serta UD. Depot Taliwang Beca Biro.

Secara nasional, KKI 2026 mencatatkan lonjakan partisipasi signifikan. Lebih dari 550 UMKM berpartisipasi secara luring di JICC dan lebih dari 1.300 UMKM terlibat secara daring. Angka ini meningkat tajam dibandingkan KKI 2025 yang mencatatkan 362 UMKM luring dan 1.100 UMKM daring.

Melalui gelaran ini, BI NTB optimistis para pelaku usaha lokal mampu memperluas jejaring pasar global sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi daerah. (ris/r)

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: globalfmlombok.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top