NUSA TENGGARA BARAT — Google mulai mengirimkan desain ulang emoji 3D yang sebelumnya diperkenalkan pada Mei lalu ke lini terbaru Pixel 11. Perubahan ini merupakan bagian dari pembaruan sistem Android 17 yang membawa estetika visual baru dengan tambahan "dimensi" pada setiap ikon emoji.
Menariknya, desain anyar ini digarap langsung oleh tim desainer internal Google, bukan dihasilkan oleh kecerdasan buatan seperti yang sempat diasumsikan sebagian pengamat. Proses kreatif manual ini dilakukan untuk memastikan setiap emoji memiliki karakter dan kedalaman yang konsisten.
Untuk saat ini, hanya seri Pixel 11 yang menikmati desain emoji terbaru ini. Pemilik Pixel 8, Pixel 9, atau Pixel 10 yang sudah mendapat pembaruan Android 17 masih harus bersabar karena Google belum memberikan jadwal pasti kapan desain baru tersebut akan menjangkau perangkat lawas.
Keterlambatan ini kemungkinan besar disebabkan oleh kompleksitas teknis dan kebutuhan optimasi agar emoji 3D berjalan mulus di berbagai spesifikasi hardware yang berbeda-beda.
Salah satu fitur ikonik Google, Emoji Kitchen, juga belum sepenuhnya beradaptasi dengan gaya visual baru ini. Koleksi stiker kustom yang sangat populer di kalangan pengguna Android itu masih mempertahankan desain dua dimensi lamanya.
Untuk menyelaraskan seluruh ekosistem, Google perlu melakukan pembaruan besar-besaran pada perpustakaan Emoji Kitchen yang berisi ribuan kombinasi stiker. Proses ini tentu memakan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit.
Ben Schoon, Senior Editor dari 9to5Google yang telah mencoba emoji baru selama sepekan di perangkat Pixel 11 Pro Fold, mengaku memiliki perasaan campur aduk terhadap desain anyar tersebut. Menurutnya, tampilan baru ini terasa seperti "mencuri" gaya emoji dari iPhone atau perangkat Samsung Galaxy.
"Desain sebelumnya terasa unik, meski tetap mudah dikenali sebagai ciri khas Pixel. Saya yakin seiring waktu saya akan terbiasa dan merasa normal — seperti saat Google menghapus karakter Blob — tapi saat ini rasanya memang sedikit aneh," tulis Schoon dalam ulasannya.
Perubahan identitas visual ini memang menjadi dilema tersendiri bagi Google. Di satu sisi, desain 3D yang lebih glossy dan berdimensi terlihat lebih modern dan premium. Namun di sisi lain, kesan tersebut justru membuat emoji Pixel kehilangan ciri khas yang membedakannya dari kompetitor.
Bagi pengguna Android di Indonesia yang mayoritas menggunakan perangkat non-Pixel, perubahan ini mungkin belum terasa dampaknya secara langsung. Namun, keputusan Google untuk mengadopsi gaya 3D ini bisa menjadi sinyal arah tren desain antarmuka Android ke depan.
Para pengembang aplikasi dan desainer UI/UX di Tanah Air perlu memperhatikan perkembangan ini karena emoji merupakan elemen komunikasi visual yang sangat sering digunakan dalam aplikasi chat, media sosial, hingga platform e-commerce. Jika Google akhirnya merilis emoji 3D ini secara luas melalui update Android 17, aplikasi-aplikasi lokal yang menggunakan emoji sebagai bagian dari pengalaman pengguna perlu memastikan kompatibilitasnya.
Google diprediksi akan mulai menggelontorkan pembaruan emoji 3D untuk perangkat Pixel lawas dalam beberapa pekan mendatang. Sementara itu, pengguna Android dari merek lain masih harus menunggu kebijakan masing-masing produsen untuk mengadopsi desain terbaru ini ke dalam skin antarmuka mereka.