NUSA TENGGARA BARAT — Bantuan berupa beras, mi instan, dan air mineral diserahkan langsung untuk mendukung operasional dapur umum yang melayani warga terdampak. Langkah ini diambil setelah sebelumnya Astra Motor Bengkulu juga telah memberikan bantuan serupa di lokasi yang sama, menunjukkan konsistensi pendampingan selama masa pemulihan pascakebakaran.
Alih-alih menyalurkan bantuan dalam bentuk barang yang bersifat seremonial, pemilihan kebutuhan pokok seperti beras dan air mineral terbilang tepat sasaran. Dapur umum yang beroperasi di lokasi bencana membutuhkan pasokan logistik harian yang stabil, dan jenis bantuan ini langsung dapat diolah untuk memenuhi kebutuhan makan para korban.
Head Region Astra Motor Bengkulu, Henry Setiawan, menegaskan bahwa bantuan ini adalah wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. "Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kebutuhan para korban kebakaran, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan. Ini merupakan bentuk kepedulian dan dukungan Astra Motor Bengkulu kepada masyarakat," ujar Henry usai menyalurkan bantuan.
Langkah ini mempertegas posisi Astra Motor Bengkulu yang tidak hanya beroperasi sebagai main dealer dan retailer sepeda motor Honda di Provinsi Bengkulu. Perusahaan secara aktif membangun hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga, terutama saat terjadi bencana.
"Kami ingin terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika ada warga yang sedang mengalami musibah. Semoga bantuan ini dapat memberikan sedikit dukungan dan membantu para korban untuk kembali menjalani aktivitas seperti sediakala," lanjut Henry.
Bantuan tahap kedua ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan bagi warga Gang Damai. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar selama masa transisi, para korban bisa lebih fokus pada upaya rehabilitasi tempat tinggal dan memulihkan mata pencaharian mereka.
Inisiatif ini menjadi catatan positif bagi kontribusi korporasi di tengah masyarakat. Meski nilai bantuan tidak disebutkan secara rinci, konsistensi penyaluran bantuan menunjukkan adanya program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan, bukan sekadar respons dadakan terhadap bencana.