Jangan Asal Ikuti Gerakan Motor di Depan, Astra Motor NTB Ingatkan Bahaya Mengintai di Jalanan Mataram

Penulis: Mardian Syah  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:44:31 WIB
Pengendara di Mataram diingatkan untuk tidak langsung mengikuti manuver kendaraan di depan demi keselamatan berkendara.

MATARAM — Kebiasaan "ikut-ikutan" saat melihat motor di depan tiba-tiba berpindah jalur atau mengerem bisa menjadi celah kecelakaan di jalan raya. Astra Motor NTB mengingatkan bahwa kendaraan di depan hanyalah referensi, bukan komando yang wajib diikuti.

Motor yang mendadak menghindar bisa saja sedang bereaksi terhadap lubang, pasir, genangan air, atau kendaraan lain yang berada di jalurnya. Jika pengendara di belakang langsung meniru gerakan tersebut tanpa membaca situasi, risiko kehilangan kendali atau menabrak kendaraan lain menjadi lebih besar.

Jaga Jarak, Beri Ruang untuk Bereaksi

Yehezkiel Felix menekankan pentingnya menjaga jarak aman sebagai langkah pertama dalam mengantisipasi bahaya. Jarak yang cukup memberikan ruang dan waktu bagi pengendara untuk merespons secara tepat ketika kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak.

"Pengendara perlu memahami bahwa setiap manuver kendaraan di depan memiliki alasan yang belum tentu kita ketahui. Jangan langsung mengikuti gerakannya. Berikan waktu untuk melihat kondisi jalan dan pastikan keputusan yang diambil memang aman," ujar Yehezkiel.

Baca Kondisi Jalan Secara Mandiri

Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menambahkan bahwa pengendara harus membiasakan diri membaca kondisi jalan secara mandiri. Bahaya yang dihindari kendaraan di depan belum tentu berada pada posisi yang sama bagi pengendara di belakangnya.

"Kendaraan di depan dapat menjadi referensi, tetapi bukan komando. Ketika kendaraan di depan berpindah jalur atau mengerem, kita perlu melihat terlebih dahulu apa yang terjadi di depan sebelum menentukan tindakan," jelas Satria.

Ia menyarankan agar pengendara mengurangi kecepatan secara terkendali, mengamati kondisi sekitar, baru kemudian menentukan langkah yang paling aman.

Keselamatan Dimulai dari Keputusan Kecil

Menurut Yehezkiel, keselamatan berkendara terbentuk dari kebiasaan sederhana yang dilakukan konsisten setiap hari. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai bagian dari gaya berkendara, bukan sekadar kewajiban.

"Jangan mudah terpancing mengikuti manuver kendaraan lain. Tetap fokus, jaga jarak, dan pastikan setiap keputusan berkendara dilakukan berdasarkan kondisi yang kita lihat sendiri. Dengan begitu, kita bisa Jago Cari Aman Biar Happy dalam setiap perjalanan," tutupnya.

Melalui semangat "Jago Cari Aman Biar Happy", Astra Motor NTB berharap pengendara di Lombok dan sekitarnya bisa menikmati perjalanan yang nyaman, tenang, dan aman hingga sampai di tujuan.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top