MATARAM — Deretan kebaya modern beragam warna tersusun rapi di gerai Lace Lab, Jalan Adi Sucipto No.75, Kota Mataram. Di balik etalase itu, Jaleela, brand kebaya asli Lombok, mengusung misi menghidupkan kembali kebaya di tengah gempuran mode cepat.
Asbety Sasaki Puteri, founder Jaleela, melihat kebaya di Pulau Lombok mulai ditinggalkan. Stereotip yang melekat—bahwa kebaya hanya untuk acara formal dan terkesan berlebihan jika dipakai sehari-hari—menjadi tantangan yang coba dijawabnya sejak 2019.
Jaleela hadir dengan konsep kebaya modern ready to wear. Model seperti kebaya encim dan kutubaru tetap menjadi inspirasi, termasuk sentuhan kebaya Bali, namun dikemas dengan pendekatan yang lebih simpel agar mudah dikenakan generasi muda.
“Jadi Jaleela tidak hanya menjual pakaian, tapi juga mengambil bagian bagaimana agar budaya ini tetap ada sampai generasi selanjutnya,” ujar Asbety.
Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, Asbety membangun sister brand dengan segmen masing-masing. Mera and Jenar menawarkan kebaya modern dengan harga lebih terjangkau dan dekat dengan gaya anak muda. Sementara Sehasta Rasa menyasar konsumen yang menginginkan koleksi eksklusif.
Jaleela tidak hanya menjual produk jadi. Brand ini juga menjawab persoalan umum yang sering dihadapi perempuan saat membeli kebaya, yaitu ukuran dan bentuk tubuh. Selain menyediakan ukuran S–M dan L–XL, Jaleela membuka layanan custom.
Di tengah persaingan, Jaleela mengedepankan desain, kualitas bahan, produksi terbatas, dan eksklusivitas. Upaya menghidupkan kebaya juga dilakukan lewat workshop crafting, menyulam, hingga embroidery yang digelar dua kali sebulan untuk membangun komunitas anak muda.
Fokus pengembangan offline store memang masih di Lombok, namun Jaleela telah bekerja sama dengan sejumlah business partner di Jakarta dan Bandung. Penjualan online mengandalkan marketplace dan akun e-commerce masing-masing brand.
Untuk pengiriman, Jaleela mempercayakan produknya kepada JNE sejak 2019. Layanan ini tidak hanya melayani kiriman domestik, tetapi juga telah menjangkau pelanggan di Malaysia dan Singapura. Melalui kanal e-commerce, pengiriman juga memungkinkan menjangkau Thailand dan Vietnam, bahkan sebelumnya ada pesanan yang dikirim hingga Iran.
Seluruh proses produksi Jaleela dilakukan di Lombok, melibatkan desainer dan penjahit tenaga lokal. Dengan begitu, brand ini tidak sekadar melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah.