Pocket Resmi Tutup Oktober 2025, Ini 7 Aplikasi Alternatif Penyimpan Artikel Terbaik

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 02:09:32 WIB
Petugas menunjukkan aplikasi penyimpan artikel di ponsel saat layanan Pocket resmi ditutup pada Oktober 2025.

NUSA TENGGARA BARAT — Kabar penutupan Pocket pertama kali diumumkan Mozilla pada Mei 2025. Perusahaan yang mengakuisisi Pocket pada 2017 itu beralasan bahwa perilaku pengguna internet sedang berubah, sehingga layanan penyimpan artikel ini tidak lagi sejalan dengan arah bisnis mereka. Keputusan ini memicu perpindahan besar-besaran pengguna ke aplikasi sejenis yang masih aktif dikembangkan.

Bagi pengguna setia Pocket yang sudah bertahun-tahun menimbun artikel, daftar bacaan, arsip, hingga sorotan, tenggat 8 Oktober 2025 menjadi batas akhir untuk menyelamatkan data. Kabar baiknya, hampir semua aplikasi alternatif di bawah ini menyediakan fitur impor otomatis dari Pocket, sehingga proses migrasi tidak terlalu menyakitkan.

Matter: Aplikasi dengan Fitur AI Co-Reader

Matter hadir sebagai aplikasi iOS dengan ekstensi browser untuk Chrome, Safari, dan Firefox. Keunggulan utamanya ada pada kemampuan text-to-speech yang memungkinkan artikel dibacakan layaknya podcast, plus transkripsi untuk podcast favorit pengguna.

Aplikasi ini gratis digunakan, tetapi paket berbayar seharga US$79,99 per tahun (sekitar Rp1,3 juta) membuka fitur transkripsi yang lebih baik untuk podcast dan video YouTube, pengaturan kecepatan membaca, serta integrasi dengan aplikasi catatan, Gmail, dan Kindle. Pada Maret 2025, Matter menambahkan fitur AI co-reader yang bisa menjawab pertanyaan seputar topik yang sedang dibaca.

Instapaper: Opsi Tertua dengan Kuota Tanpa Batas

Instapaper merupakan salah satu pionir aplikasi read-it-later yang didirikan developer Marco Arment pada 2008. Aplikasi ini tersedia di iOS dan Android, dan versi gratisnya sudah mengizinkan pengguna menyimpan artikel serta video tanpa batas.

Langganan premium seharga US$59,99 per tahun (sekitar Rp990 ribu) menambah fitur catatan pada artikel, arsip permanen, playlist text-to-speech, pencarian teks penuh, dan kirim artikel ke Kindle. Menariknya, Instapaper menyediakan jalur impor khusus dari Pocket dan memberikan masa uji coba premium tiga bulan gratis bagi pengguna yang melakukan migrasi.

Raindrop.io: Manajemen Bookmark dengan AI

Raindrop.io sebenarnya berfungsi sebagai pengganti bookmark manager browser. Namun aplikasi mobile-nya untuk iOS dan Android juga mendukung pembacaan artikel serta PDF yang tersimpan. Versi gratis menawarkan penyimpanan bookmark tanpa batas plus integrasi dengan Zapier dan IFTTT.

Paket berbayar seharga US$33 per tahun (sekitar Rp545 ribu) menambahkan saran pengorganisasian konten berbasis AI, pencarian teks penuh, pengingat bookmark, pendeteksi tautan ganda dan rusak, serta batas unggah file 10GB per bulan.

Dibuat oleh mantan engineer Twitter Joe Fabisevich, Plinky memungkinkan pengguna menyimpan dan mengategorikan berbagai jenis tautan—mulai artikel, video, resep, hingga meme. Aplikasi ini tersedia di seluruh perangkat Apple dan memiliki ekstensi browser untuk menyimpan tautan dengan cepat.

Keunggulan Plinky ada pada sistem folder dan tag yang fleksibel, plus fitur pengingat untuk membaca pada waktu tertentu. Versi gratis dibatasi 50 tautan, tiga folder, dan lima tag. Paket Pro seharga US$3,99 per bulan, US$39,99 per tahun, atau US$159,99 sekali bayar menghapus semua batasan tersebut.

Paperspan: Alternatif Sederhana dengan Text-to-Speech

Paperspan menawarkan daftar bacaan lintas perangkat dengan fitur catatan dan text-to-speech. Aplikasi ini gratis, tetapi langganan US$8,99 per bulan (sekitar Rp148 ribu) membuka pencarian lanjutan, playlist, statistik membaca, dan kirim artikel ke Kindle.

Perlu dicatat, Paperspan sudah lama tidak menerima pembaruan, sehingga pengguna perlu mempertimbangkan keberlanjutan aplikasi ini dalam jangka panjang.

Readwise Reader: Fitur Anotasi Paling Lengkap

Readwise Reader merupakan aplikasi yang diluncurkan 2021 oleh Readwise, perusahaan yang dikenal dengan alat pencatat dan penyorot artikel. Aplikasi ini mendukung impor RSS feed, video YouTube, utas Twitter, dan lainnya. Karena terintegrasi dengan ekosistem Readwise, fitur anotasinya menjadi yang paling matang dibanding kompetitor.

Reader juga terhubung dengan aplikasi manajemen pengetahuan seperti Obsidian, Notion, Roam Research, Evernote, dan Logseq. Masa uji coba gratis 30 hari, setelah itu pengguna wajib berlangganan Readwise seharga US$9,99 per bulan (sekitar Rp165 ribu). Readwise mengklaim Reader mendukung berbagai format seperti PDF, ePub, postingan X, AI, dan filter yang tidak pernah dimiliki Pocket.

DoubleMemory: Aplikasi Indie Khusus Ekosistem Apple

DoubleMemory adalah aplikasi indie baru yang fokus pada ekosistem Apple, dengan aplikasi native untuk Mac dan iOS. Di Mac, pengguna bisa menyimpan tautan atau konten apa pun dengan cepat ke aplikasi ini.

Meski masih terbilang baru dan basis penggunanya belum sebesar kompetitor, DoubleMemory menarik bagi pengguna yang ingin mendukung pengembang independen dan menginginkan pengalaman aplikasi yang ringan di perangkat Apple.

Kesimpulan: Pilih Berdasarkan Kebutuhan Migrasi

Sebelum memilih pengganti Pocket, pastikan aplikasi yang dipilih mendukung impor data dari Pocket. Instapaper dan Readwise Reader menjadi pilihan paling aman karena keduanya secara resmi menyediakan jalur migrasi khusus. Sementara Matter dan Raindrop.io unggul dari sisi fitur modern seperti AI dan integrasi lintas platform.

Bagi pengguna di Indonesia yang terbiasa membaca artikel panjang dari perangkat Android, Instapaper dan Raindrop.io adalah opsi paling stabil. Sementara pengguna setia ekosistem Apple bisa mempertimbangkan Plinky atau DoubleMemory untuk pengalaman yang lebih terintegrasi.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top