Menteri ESDM Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi dan Gas Elpiji Tak Naik Meski Perang Timur Tengah Memanas

Penulis: Mardian Syah  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 16:14:01 WIB
Menteri ESDM Bahlil menyampaikan pernyataan pers mengenai kepastian harga BBM subsidi dan gas elpiji di Nusa Tenggara Barat, Rabu (29/7/2026).

NUSA TENGGARA BARAT — Kepastian itu disampaikan Bahlil dalam keterangan pers yang dikutip CNN Indonesia TV, Rabu (29/7/2026). Menurutnya, pemerintah telah menghitung dampak konflik terhadap rantai pasok energi global. Hasilnya, anggaran subsidi dan kompensasi energi tahun 2026 dinilai masih cukup untuk menahan gejolak harga minyak mentah dunia.

Komitmen Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

Bahlil menegaskan bahwa harga BBM jenis Solar dan Pertalite yang disubsidi tidak akan berubah. Begitu juga dengan harga gas elpiji 3 kilogram yang masih sesuai dengan ketetapan sebelumnya. "Harga BBM subsidi dan gas elpiji tidak naik. Itu sudah pasti," ujar Bahlil dalam pernyataan yang disiarkan langsung.

Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi yang beredar di publik mengenai potensi kenaikan harga energi. Kekhawatiran muncul setelah harga minyak mentah acuan Indonesia (ICP) sempat merangkak naik akibat ketegangan di kawasan penghasil minyak utama dunia.

Anggaran Subsidi Masih Aman hingga Akhir Tahun

Menteri ESDM menjelaskan bahwa pemerintah masih memiliki ruang fiskal untuk menahan beban subsidi. Meskipun ada tekanan dari kenaikan harga minyak, realokasi anggaran telah disiapkan. "Kami punya skenario. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," tegas Bahlil.

Keputusan ini berbeda dengan sikap beberapa negara tetangga yang mulai menyesuaikan harga BBM domestiknya. Pemerintah Indonesia memilih untuk tetap mempertahankan harga saat ini dengan memanfaatkan cadangan fiskal yang ada.

Dampak Konflik Global pada Harga Energi Lokal

Konflik di Timur Tengah memang menjadi variabel yang mempengaruhi fluktuasi harga minyak dunia. Namun, pemerintah mengklaim telah mengantisipasi skenario terburuk. Bahlil menyebutkan bahwa koordinasi dengan Kementerian Keuangan terus dilakukan untuk memastikan subsidi tepat sasaran.

Untuk diketahui, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo tidak termasuk dalam pernyataan ini. Harga bahan bakar nonsubsidi masih mengikuti mekanisme pasar yang bisa berubah setiap bulan.

Pemerintah berharap pernyataan ini bisa menenangkan masyarakat dan menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok. Sektor transportasi dan logistik menjadi yang paling diuntungkan dengan tidak adanya kenaikan harga BBM subsidi.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top