MATARAM — Pemerintah pusat resmi menunjuk NTB dan NTT sebagai tuan rumah PON XXII Tahun 2028, dengan DKI Jakarta sebagai provinsi pendukung. SK penetapan diterima langsung oleh tiga gubernur di Kantor Kemenpora. Kepercayaan ini diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan investasi di kedua provinsi.
Perhelatan olahraga terbesar di Indonesia ini diproyeksikan memberikan efek berganda bagi masyarakat lokal. Peningkatan kunjungan wisatawan, pertumbuhan sektor perhotelan, hingga terbukanya peluang usaha baru menjadi manfaat yang diperkirakan langsung dirasakan. Pemerintah juga menekankan prinsip efisiensi dengan memanfaatkan fasilitas olahraga yang sudah ada, tanpa pembangunan venue baru.
PON XXII 2028 akan mempertandingkan 21 cabang olahraga unggulan. Ajang ini juga disiapkan sebagai batu loncatan bagi atlet-atlet daerah menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Kehadiran DKI Jakarta bukan tanpa alasan. Pengalaman dan sumber daya yang dimiliki ibu kota dalam menggelar event olahraga skala nasional dan internasional dinilai mampu memperkuat kapasitas penyelenggaraan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo turut menerima SK, menandai komitmen kolaborasi antarprovinsi.
Masyarakat kecil diproyeksikan menjadi pihak yang paling merasakan dampak positif. Sektor UMKM, transportasi, dan jasa akomodasi diprediksi mengalami pertumbuhan signifikan. Pemerintah daerah diharapkan menyiapkan langkah strategis agar manfaat ekonomi bisa dirasakan secara merata, bukan hanya oleh pelaku usaha besar.
Dengan resmi diterimanya SK, kedua provinsi kini memasuki tahap persiapan serius. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut penunjukan ini sebagai amanah besar yang harus dijawab dengan kerja sama dan persiapan matang. "Kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat diharapkan tidak hanya menghadirkan penyelenggaraan PON yang sukses, tetapi juga menjadi momentum percepatan pembangunan daerah," ujarnya.
Pemerintah melalui Kemenpora juga menegaskan bahwa pelaksanaan PON mengedepankan prinsip efisiensi. Artinya, venue yang sudah tersedia akan dioptimalkan tanpa perlu membangun fasilitas baru dari nol.
PON XXII dijadwalkan berlangsung pada tahun 2028. Namun, persiapan teknis dan administratif sudah dimulai sejak sekarang. Penetapan tuan rumah ini menjadi tonggak penting bagi sejarah olahraga di kawasan timur Indonesia.
Tidak. PON XXII 2028 diharapkan menjadi ajang yang memperkuat persatuan bangsa, mengangkat potensi daerah, dan menunjukkan bahwa NTB serta NTT siap menjadi tuan rumah yang membanggakan. Lebih dari sekadar kompetisi, event ini adalah momentum untuk menunjukkan Indonesia timur ke panggung nasional.