Pembaruan sistem operasi iOS 27 yang saat ini masih dalam tahap beta menghadirkan sejumlah perubahan di aplikasi bawaan Apple, termasuk Calendar, Wallet, Messages, Maps, dan Weather. Dari sekian banyak fitur anyar, dua perubahan di aplikasi Cuaca ini yang paling langsung terasa oleh pengguna sehari-hari.
Fitur pertama bernama 'Highlights'. Jika sebelumnya aplikasi Cuaca hanya menampilkan deskripsi singkat di bagian atas layar, kini ringkasan tersebut diperluas menjadi satu segmen khusus. Highlights memberi tahu pengguna tentang perubahan cuaca penting dalam 24 jam ke depan—misalnya kenaikan suhu, potensi hujan, atau angin kencang.
Yang menarik, Apple belum secara resmi menyebut kecerdasan buatan di balik fitur ini. Namun, keberadaan ikon 'Feedback' di sudut kanan atas segmen Highlights pada versi beta iOS 27 mengindikasikan bahwa sistem ini mungkin menggunakan AI untuk menyusun ringkasan yang lebih relevan. Dalam pengujian awal, ringkasan yang dihasilkan terasa jauh lebih deskriptif dan kontekstual dibanding versi iOS 26 dan sebelumnya.
Pembaruan kedua adalah tata letak baru untuk data curah hujan dan angin. Apple menambahkan ikon khusus—tetesan hujan dan bendera angin—di halaman utama aplikasi. Saat pengguna mengetuk ikon tersebut, tampilan grafik per jam dan harian langsung berubah dari mode default menjadi fokus penuh pada kondisi yang dipilih.
Sebelumnya, informasi detail seperti kecepatan angin per jam atau intensitas curah hujan memerlukan beberapa kali ketukan untuk diakses. Kini, data tersebut tersaji dalam antarmuka yang sama tanpa perlu meninggalkan halaman utama. Bagi pengguna yang kerap memantau kondisi cuaca ekstrem, perubahan ini menghemat waktu dan mengurangi gesekan navigasi.
Dari sisi desain, pendekatan ini mirip dengan apa yang dilakukan aplikasi cuaca pihak ketiga seperti Carrot Weather atau Dark Sky (sebelum diakuisisi Apple), tetapi dengan tetap mempertahankan tampilan minimalis khas Apple.
iOS 27 masih dalam tahap beta pengembang dan akan dirilis ke publik pada musim gugur 2025 (sekitar September-Oktober). Seluruh fitur aplikasi Cuaca ini akan tersedia secara global tanpa biaya tambahan, termasuk untuk pengguna iPhone di Indonesia. Tidak ada perubahan pada tata letak data suhu atau kualitas udara yang spesifik untuk wilayah Asia Tenggara dalam pembaruan kali ini.
Seperti biasa, ketersediaan fitur cuaca hiper-lokal di Indonesia—terutama data curah hujan per jam—sangat bergantung pada sumber data yang digunakan Apple di masing-masing wilayah.