NUSA TENGGARA BARAT — Houston Stadium menjadi saksi momen yang tak akan dilupakan rakyat Curacao. Di Grup E Piala Dunia 2026, tim berjuluk De Blauw itu sempat membuat publik Jerman terdiam setelah Livano Comenencia menjebol gawang Manuel Neuer. Gol tersebut menjadi gol pertama Curacao di pentas Piala Dunia—sebuah pencapaian monumental untuk negara kepulauan di Karibia ini.
Curacao resmi memegang rekor sebagai negara terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia. Dengan luas wilayah 444 km persegi—jauh lebih sempit dari DKI Jakarta yang mencapai 664 km persegi—dan jumlah penduduk hanya sekitar 155 ribu orang, kehadiran mereka di Amerika Serikat sudah menjadi kejutan tersendiri.
Ekspansi Piala Dunia edisi 2026 menjadi pintu masuk bagi negara-negara non-unggulan. Selain Curacao, Tanjung Verde, Yordania, dan Uzbekistan juga menjalani debut perdana mereka di turnamen ini. Namun, sorotan tertuju pada Curacao karena skala populasi mereka yang paling kecil.
Kapten Jerman, Manuel Neuer, mungkin sudah terbiasa menghadapi penyerang kelas dunia. Namun, tendangan keras Livano Comenencia dari sisi kanan pertahanan pada menit ke-21 berhasil merobek gawangnya. Skor berubah menjadi 1-1, dan stadion pun bergemuruh.
Jerman akhirnya bangkit dan mencetak lima gol tambahan untuk memastikan kemenangan telak 6-1. Namun, gol Comenencia tetap menjadi narasi utama. Itu adalah bukti bahwa tim debutan tidak hanya datang untuk jadi bulan-bulanan.
Kekalahan ini menempatkan Curacao di dasar klasemen sementara Grup E. Namun, semangat mereka tidak pudar. Dua pertandingan tersisa masih terbuka lebar untuk mencuri poin perdana.
Bagi Curacao, setiap gol dan setiap poin akan menjadi sejarah. Negara yang lebih kecil dari Jakarta ini kini telah membuktikan bahwa sepak bola bisa datang dari sudut mana pun di dunia.