SKK Migas Awasi Perbaikan Turbin MCTN 100 MW, Rotor Gas Sudah Selesai Dibetulkan

Penulis: Mardian Syah  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 21:18:01 WIB
Rotor turbin gas MCTN 100 MW telah selesai diperbaiki dengan tingkat presisi tinggi.

NUSA TENGGARA BARAT — Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan, proses balancing rotor turbin gas dan kompresor telah selesai dikerjakan. Target toleransi deviasi maksimal yang ditetapkan adalah 0,05 milimeter. Namun, hasil pengujian justru menunjukkan angka yang lebih presisi, yakni berkisar antara 0,03 hingga 0,04 milimeter.

“Ini menandakan bahwa tahapan kritis perbaikan telah berhasil dilewati dan dapat dinyatakan selesai,” ujar Djoko dalam keterangan resminya, Jumat (12/6).

Persiapan Pengiriman ke Riau

Setelah tahap kritis rampung, fokus pekerjaan kini beralih ke persiapan logistik. Rotor dan kompresor yang telah diperbaiki di workshop PT Sulzer, Purwakarta, akan segera dikirim ke lokasi operasi MCTN di Riau.

Petugas dari ASDP dijadwalkan datang untuk melakukan pengukuran dimensi kedua komponen tersebut. Pengukuran ini menjadi syarat utama untuk penerbitan izin pengangkutan, baik melalui jalur darat maupun laut menggunakan kapal Ro-Ro.

“Besok petugas ASDP akan melakukan pengukuran dimensi rotor dan kompresor yang akan dipacking untuk memastikan seluruh persyaratan perizinan angkutan darat maupun laut dapat dipenuhi,” jelas Djoko.

Pekerjaan Akhir di Workshop

Sembari menunggu proses perizinan angkut selesai, PT Sulzer masih memiliki sejumlah pekerjaan akhir. Tim teknis akan melakukan pemolesan poros rotor dan kompresor serta blade agar kondisi komponen kembali optimal.

Setelah itu, peralatan akan dibersihkan menggunakan nitrogen (N2) dan dilanjutkan dengan proses pengemasan vakum. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas komponen selama perjalanan pengiriman.

Dampak Langsung ke Produksi Minyak

SKK Migas memberikan perhatian khusus pada percepatan perbaikan ini. Pasalnya, pembangkit listrik MCTN memiliki peran strategis untuk menjaga produksi migas nasional, khususnya di Lapangan Rokan.

“Kami memonitor perkembangan perbaikan ini setiap hari karena pembangkit listrik berkapasitas 100 MW tersebut sangat dibutuhkan untuk menggerakkan pompa-pompa angguk berbasis tenaga listrik di Wilayah Kerja Rokan,” ungkap Djoko.

Dengan beroperasinya kembali pembangkit tersebut, sumur-sumur minyak yang sempat berhenti berproduksi akibat kekurangan pasokan listrik diharapkan dapat kembali beroperasi normal.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top