NUSA TENGGARA BARAT — Perbedaan mencolok dalam penyambutan peserta Piala Dunia 2026 mulai terlihat. Amerika Serikat dan Meksiko, sebagai dua dari tiga tuan rumah, punya pendekatan yang sama sekali berbeda terhadap tim-tim yang datang untuk pemusatan latihan dan uji coba.
Senegal menjadi tim yang merasakan pengamanan paling ekstrem. Dilansir media Turki, Anadolu, rombongan tim berjulukan Lions of Teranga itu tiba di Bandara Raleigh pada Minggu (7/6) dan langsung digiring menjalani serangkaian pemeriksaan di landasan pacu.
Bagasi para pemain ditumpuk begitu saja setelah mereka turun dari pesawat. Tak hanya itu, pemain juga harus melewati metal detector sebelum diizinkan masuk ke terminal. Prosedur ini jauh dari kata ramah bagi tim yang datang untuk berlaga di panggung sepak bola terbesar dunia.
Nasib berbeda dialami timnas Spanyol. Juara Piala Eropa 2024 itu tiba di Chattanooga pada Jumat (5/6) tanpa pemeriksaan berlebihan. Dalam video yang diunggah akun resmi Federasi Sepak Bola Spanyol, skuad asuhan Luis De la Fuente langsung menuju pemusatan latihan tanpa hambatan berarti.
Puncak sambutan hangat justru terjadi saat Spanyol mendarat di Bandara Internasional Felipe Angeles (AIFA), Meksiko, pada Senin (8/6). Pihak berwenang setempat menyiapkan grup Mariachi untuk menghibur Rodri dan kolega. Penari tradisional Meksiko dan topi Sombrero juga dibagikan kepada para pemain. Penggemar sepak bola setempat bahkan sudah menunggu di bandara sejak kedatangan.
Keramahan Meksiko terhadap tim tamu bukan hal baru. Saat Jepang tiba di Meksiko untuk laga uji coba pra-Piala Dunia 2026, mereka juga disambut dengan topi koboy dan yel-yel meriah. Tradisi ini seolah menjadi ciri khas Meksiko sebagai tuan rumah yang ingin meninggalkan kesan positif.
Perbedaan perlakuan antara AS dan Meksiko ini menimbulkan tanda tanya. Apakah standar keamanan yang diterapkan AS memang lebih ketat untuk tim tertentu, atau hanya prosedur acak yang kebetulan menimpa Senegal? Yang jelas, pengalaman pertama menginjakkan kaki di negara tuan rumah sudah menjadi cerita tersendiri bagi para peserta Piala Dunia 2026. (sry/jal)