NUSA TENGGARA BARAT — Mantan Menteri Keuangan era Susilo Bambang Yudhoyono itu tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta hampir bersamaan dengan Luhut. Saat dicegat wartawan, Chatib mengonfirmasi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto, namun enggan membeberkan agenda pembicaraan.
"Mau ketemu kan, iya (bertemu Pak Presiden)," ucapnya singkat.
Chatib menegaskan dirinya tidak datang sendirian melainkan bersama rombongan anggota DEN lainnya. Ia menolak mengaitkan kunjungannya ke Istana dengan isu reshuffle yang belakangan santer beredar.
"Sama Pak Luhut, bareng," katanya.
Ketika didesak mengenai tujuannya, Chatib justru mengarahkan wartawan untuk bertanya langsung kepada Luhut. "Tanya Pak Luhut. Tuh ada, ramai-ramai kok (bersama anggota DEN)," ujarnya seraya berlalu.
Nama Chatib Basri disebut-sebut akan masuk dalam kabinet Prabowo menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang menjabat Menteri Keuangan saat ini. Namun, ekonom yang juga anggota DEN itu membantah tegas spekulasi tersebut.
Ia menyampaikan bahwa kepulangannya ke Indonesia sama sekali tidak berkaitan dengan isu penggantian menteri. "Sama Pak Luhut, bareng," ucapnya mengulangi pernyataan sebelumnya, menolak menjawab lebih lanjut pertanyaan soal posisi Menkeu.
Hingga berita ini ditulis, tidak ada pernyataan resmi dari Istana maupun Luhut Binsar Panjaitan mengenai agenda pertemuan tersebut. Spekulasi tentang perombakan kabinet memang kerap muncul seiring dengan evaluasi kinerja menteri yang biasanya dilakukan pemerintah pada pertengahan tahun.
Chatib Basri dikenal sebagai teknokrat yang pernah memimpin Kementerian Keuangan pada 2013-2014. Ia juga sempat menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kehadirannya di Istana bersama Ketua DEN memperkuat dugaan bahwa pembahasan dalam pertemuan itu berkaitan dengan arah kebijakan ekonomi pemerintah ke depan, bukan sekadar rotasi personalia kabinet.