SELONG — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tidak main-main dalam persiapan menghadapi MTQ XXXI NTB. Selain menyiapkan kontingen berjumlah 101 orang, Bupati Haerul Warisin menjanjikan tambahan dana segar sebesar Rp1 miliar yang bersumber dari dana insentif daerah. Langkah ini menjadi sinyal serius untuk mengangkat pamor Lombok Timur dari posisi juru kunci ke jajaran teratas.
“Dari laporan tadi, insyaallah kesiapan para kafilah sudah betul-betul mantap. Kalau pada tahun terdahulu kita berada di peringkat ke-7 dari 10 kabupaten/kota di NTB, mudah-mudahan tahun ini kita berada di tiga besar,” ujar Bupati saat melepas kafilah di Selong, Ahad (7/6). Target ambisius itu langsung diamini oleh seluruh kafilah dan undangan yang hadir.
Ketua LPTQ Lombok Timur H. Mohammad Juaini Taofik yang juga menjabat Sekda Lotim memastikan persiapan teknis sudah matang. Pihaknya menggelar pemusatan latihan daring sebanyak empat kali, dilanjutkan dengan pemusatan luring dua tahap di Keruak dan Tetebatu.
Untuk mengasah mental peserta, LPTQ juga menggelar uji publik dan simulasi akhir di halaman Kantor Bupati Lombok Timur. Juaini menegaskan, kenyamanan kafilah menjadi prioritas dengan menempatkan mereka di penginapan bertaraf nasional. “Diharapkan kondisi tersebut dapat semakin mendukung prestasi Lombok Timur,” katanya.
Kafilah Lombok Timur terdiri dari 53 peserta inti, 15 pelatih, 3 petugas kesehatan, dan 15 official. Kontingen ini dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Lombok Timur H. Ahyan.
Bupati Haerul Warisin menekankan target tiga besar ini selaras dengan program Lotim Smart yang tengah digalakkan. Ia meminta seluruh kafilah menjaga kesehatan selama mengikuti MTQ, sekaligus menjaga nama baik daerah melalui sikap, sopan santun, menaati aturan, dan kebersihan. “Ikhtiar yang dilakukan harus membuahkan keberkahan dan hasil baik,” pesannya.
Apresiasi juga disampaikan Bupati kepada LPTQ Lombok Timur atas kerja keras dalam pembinaan, pelatihan, dan penyediaan fasilitas memadai bagi peserta. Komitmen dana tambahan Rp1 miliar menjadi bukti keseriusan pemda untuk mendongkrak prestasi di ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut.