Peresmian serentak ini disebut Presiden Prabowo sebagai tonggak bersejarah. Ia mengklaim belum ada negara lain yang pernah mengoperasikan lebih dari seribu koperasi dalam satu waktu. Pembangunan ribuan unit itu dinilai relatif singkat sejak tahap perencanaan hingga operasional.
Program ini merupakan bagian dari Asta Cita keenam pemerintahan Prabowo yang fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan. Konsep bisnis inti koperasi dirancang agar mampu bersaing dengan ritel modern. Harapannya, masyarakat desa terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui harga yang lebih terjangkau.
“Kami menargetkan 80 gerai KDKMP bisa tuntas pembangunannya pada Agustus mendatang, sehingga bisa langsung diresmikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wakil Bupati Sumbawa H. Mohamad Ansori.
Salah satu dari 1.061 koperasi yang diresmikan berada di Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer. Pemkab Sumbawa menjadikan titik ini sebagai salah satu proyek percontohan. Selain yang sudah beroperasi, lebih dari 9.000 koperasi lain di seluruh Indonesia disebut telah siap secara fisik dan tinggal menunggu operasionalisasi.
Wabup Ansori menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan transparan. Ia memperingatkan para pengelola agar tidak bermain curang karena seluruh keuangan koperasi akan diaudit setiap tahun.
“Tata kelola koperasi harus dijalankan secara hati-hati dan profesional. Jangan sampai ada praktik-praktik nakal dari pengelola koperasi karena semuanya akan diaudit setiap tahun,” tegasnya.
Presiden Prabowo dalam sambutannya juga berharap koperasi ini mampu memperkuat ekonomi masyarakat desa dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan secara merata.