MATARAM — Penurunan harga cabai rawit ini terjadi di tengah persiapan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Adha pada 27 Mei 2026, yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan pangan. Kepala Pasar Kebon Kota Mataram, Malwi, mengonfirmasi penurunan mulai terjadi sejak Kamis (14/5).
Menurut Malwi, harga turun hingga Rp10.000 per kilogram karena stok cabai kembali tercukupi. “Sejak kemarin, harga cabai sudah mulai turun dari Rp82.000 per kilogram menjadi Rp72.000 per kilogram. Penurunannya cukup signifikan,” ujarnya di Mataram, Jumat.
Pengepul cabai di Pasar Kebon Roek, Rahman, menyebut kiriman cabai dari Jawa terus berdatangan sehingga stok menumpuk di pasaran. “Cabai Jawa terkirim terus, menumpuk terlalu banyak karena kiriman dari Jawa tidak ada putusnya,” katanya.
Kondisi tersebut membuat distributor terpaksa menurunkan harga agar cabai tidak membusuk akibat terlalu lama disimpan. Sebelumnya, harga cabai rawit sempat melonjak hingga di atas Rp80.000 per kilogram akibat terbatasnya pasokan cabai lokal.
Meski harga cabai dari Jawa lebih murah, masyarakat dan pedagang mengakui kualitas cabai lokal masih lebih baik. Namun, karena stok lokal terbatas, cabai dari Jawa, termasuk jenis cabai Baskara, kini menjadi pilihan utama.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga rata-rata cabai rawit merah secara nasional tercatat Rp77.750 per kilogram pada Jumat pukul 10.20 WIB. Sementara itu, harga bawang merah tercatat Rp52.500 per kilogram, bawang putih Rp42.950 per kilogram, dan telur ayam ras Rp32.450 per kilogram.
Malwi memperkirakan kondisi harga ini akan bertahan selama pasokan dari Pulau Jawa masih mendominasi pasar dan produksi cabai lokal belum kembali normal. Ia berharap pasokan, baik dari Jawa maupun lokal, tetap stabil agar harga di pasaran dapat terkendali menjelang Hari Raya Idul Adha.