MATARAM — Prof Masnun Tahir menegaskan bahwa ISNU bukan sekadar wadah organisasi, melainkan tempat berkumpulnya sumber daya manusia unggulan NU di NTB. Ia menyebut keberagaman profesi yang berhimpun di dalamnya menjadi bukti kekuatan kaderisasi.
“ISNU ini rumah bersama. Ada dokter, akademisi, birokrat, dan berbagai profesi lainnya. Ini menunjukkan bahwa NU di NTB memiliki SDM yang sangat kuat dan luar biasa,” ujarnya saat pelantikan pengurus ISNU NTB, Senin lalu.
Dalam sambutannya, Prof Masnun mengingatkan bahwa para kader ISNU adalah generasi penerus yang akan mewarisi kepemimpinan Nahdlatul Ulama di masa depan. Karena itu, ia meminta seluruh pengurus menjaga semangat pengabdian dan mengamalkan baiat yang telah diikrarkan.
“Kalau baiat itu tidak diamalkan, maka baiatnya bisa batal. Karena itu mari kita jalankan amanah organisasi dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Prof Masnun juga mengapresiasi semangat Ketua PW ISNU NTB yang dinilainya memiliki daya juang tinggi. Ia menggambarkan semangat tersebut sebagai upaya “membetulkan arah tanpa gaduh” di tengah berbagai tantangan organisasi.
Menurutnya, seluruh badan otonom dan lembaga NU pada akhirnya memiliki tujuan yang sama: membangun umat, daerah, bangsa, dan peradaban. “Dari NTB ini kita mulai membangun Indonesia dan membangun peradaban. Semua dimulai hari ini,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Prof Masnun mengungkapkan kekagumannya terhadap Ketua Umum ISNU yang dinilainya sebagai sosok inspiratif. Ia menyebut selain aktif sebagai birokrat, Ketua Umum juga memiliki kedalaman ilmu agama dengan hafalan Al-Qur’an dan hadis yang kuat.
“Beliau menjadi teladan bagi kita semua. Mudah-mudahan teman-teman ISNU bisa mewarisi ilmu dan keteladanan beliau,” ujarnya.
Prof Masnun menutup sambutannya dengan harapan agar ISNU NTB semakin solid dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga stabilitas, serta memperkuat peran NU di tengah masyarakat.