SUMBAWA BESAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memastikan adanya peningkatan kontribusi dividen dari PT BPR NTB yang akan dialokasikan pada penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2025. Kepastian ini muncul setelah pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Buku Tahunan 2025 yang diikuti oleh jajaran pemerintah daerah.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa Ivan Indrajaya menjelaskan bahwa tren kenaikan dividen ini menjadi bukti investasi daerah di sektor perbankan berjalan produktif. Saat ini, Pemkab Sumbawa menempatkan penyertaan modal sebesar Rp28,7 miliar di bank tersebut.
“Ini menunjukkan kinerja perusahaan semakin baik dan langsung berdampak pada peningkatan PAD Kabupaten Sumbawa,” ujar Ivan Indrajaya, Jumat, 8 Mei 2026.
Besaran investasi yang mencapai puluhan miliar rupiah tersebut menempatkan Kabupaten Sumbawa sebagai pemegang saham terbesar kedua di PT BPR NTB. Posisi ini berada tepat di bawah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai pemegang saham utama.
Ivan menekankan bahwa manfaat fiskal yang diterima daerah terus menunjukkan grafik meningkat setiap tahun. Kondisi keuangan yang sehat ini menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk tetap mempertahankan, bahkan menambah nilai investasi di masa depan.
“Penyertaan modal ini terus memberi kontribusi yang meningkat untuk PAD,” katanya. Pemerintah daerah juga membuka peluang penambahan modal jika kinerja perusahaan konsisten tumbuh di jalur positif.
Selain fokus pada setoran dividen, manajemen PT BPR NTB tengah mematangkan langkah transformasi bisnis. Perusahaan perbankan milik daerah ini dijadwalkan segera melakukan proses konversi menjadi bank syariah dalam waktu dekat.
Transformasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing bank di pasar lokal serta memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat. Fokus utama setelah konversi adalah mendorong pembiayaan bagi sektor UMKM dan penguatan ekonomi daerah dengan prinsip syariah.
“Transformasi ini kami harapkan memperkuat peran BPR NTB dalam mendukung ekonomi daerah,” tutur Ivan Indrajaya.
Pemkab Sumbawa mendorong agar PT BPR NTB tetap menjaga tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance. Langkah adaptif terhadap dinamika industri keuangan sangat diperlukan agar bank tetap menjadi instrumen strategis dalam menopang ketahanan ekonomi di Kabupaten Sumbawa.