Meghan Markle Diduga Keluar Inggris Usai Kasus Ayahnya Menyeruak

Penulis: Jefri Siahaan  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:04:31 WIB
Meghan Markle disebut memilih menjauh dari Inggris bersama Pangeran Harry dan kedua anak mereka.

NUSA TENGGARA BARAT — Thomas Markle Senior, ayah Meghan Markle, tengah diinvestigasi atas tuduhan kepemilikan materi pornografi anak yang diduga ditemukan di kediamannya di Filipina. Di tengah situasi itu, Meghan disebut memilih menjauh dari Inggris bersama Pangeran Harry dan kedua anak mereka demi menjaga kesehatan mental serta melindungi Archie dan Lilibet.

Thomas Markle Junior, saudara tiri Duchess of Sussex, mengaku menemukan foto dan video yang memperlihatkan anak perempuan dalam aktivitas seksual di ponsel lama ayahnya. Temuan itu kemudian ia laporkan ke sejumlah pihak, termasuk saluran siaga FBI dan National Centre for Exploited and Missing Children di Amerika Serikat.

Laporan tersebut membuat nama keluarga besar Meghan Markle kembali menjadi perbincangan publik. Situasi ini juga disebut memengaruhi keputusan Meghan dan Pangeran Harry untuk sementara menjauh dari Inggris.

Kronologi Temuan yang Dilaporkan Thomas Markle Junior

Pria berusia 60 tahun itu mengaku menemukan materi terlarang tersebut saat merawat ayahnya yang berusia 82 tahun. Salah satu gambar disebut tampak diambil di kediaman lama Thomas Senior di Rosarito, Meksiko.

Pada 10 Juli, Thomas Junior melaporkan temuannya kepada kepolisian negara bagian Pennsylvania, tempat ayahnya tinggal. Ia mengaku merasa ngeri dan tidak punya pilihan selain melaporkan ayahnya sendiri.

"Saat menemukan materi ini, aku merasa sangat ngeri dan tidak punya pilihan lain selain melaporkan ayahku," ujar Thomas Jr., seperti dikutip dari The Sun.

Hingga kini, kepolisian Filipina belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Thomas Senior sendiri belum buka suara mengenai laporan yang dilayangkan putranya.

Alasan Meghan Markle Menjauh dari Inggris

Meghan dilaporkan sangat marah meski disebut sudah mengetahui kasus ayahnya sejak lama. Ia memilih menjauh dari media dan tidak melihat pemberitaan apa pun demi menjaga kesehatan mentalnya.

Seorang teman dekat Meghan mengatakan bahwa Duchess of Sussex terus menatap putrinya, Lili, sambil menangis. Ia memikirkan anak-anak lain yang menjadi korban dalam kasus serupa.

"Meghan benar-benar sangat kesal," ujar sumber tersebut kepada majalah Hello!. "Dia terus menatap Lili sambil menangis, sembari memikirkan anak-anak lain yang menjadi korban."

Meski kabar ini disebut membuat Raja Charles murka, Meghan justru dibanjiri pesan dukungan dari teman-temannya. Menurut informan, situasi tersebut membuatnya hancur secara emosional.

Meghan Sudah Memutus Hubungan dengan Ayahnya Sejak 2018

Dalam pernyataan kepada Page Six, Meghan mengungkapkan bahwa ia telah memutus hubungan dengan sang ayah demi melindungi kedua anaknya. Keputusan itu ia ambil setelah tuduhan-tuduhan pada 2018 mencuat.

Meghan juga melarang Thomas untuk menemui Archie dan Lilibet. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut murni untuk melindungi buah hatinya, bukan karena tekanan pihak lain.

"Aku harap kini dapat dipahami bahwa keputusan saya untuk menjauh dari ayahku dan tidak mengizinkannya menjalin kontak dengan anak-anak kami didasari oleh satu alasan: untuk melindungi mereka," ujar Meghan.

Dukungan untuk Korban dan Pentingnya Melapor

Kasus ini menjadi pengingat bahwa materi pornografi anak adalah kejahatan serius yang merugikan banyak pihak, terutama anak-anak. Melaporkan temuan semacam ini ke pihak berwenang adalah langkah penting untuk mencegah korban bertambah.

Di Indonesia, masyarakat bisa melaporkan dugaan kekerasan atau eksploitasi anak ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di kepolisian setempat atau ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Laporan bisa disampaikan secara langsung maupun melalui kanal pengaduan resmi.

Bagi keluarga yang menghadapi situasi sulit, dukungan psikologis dari tenaga profesional juga penting agar kesehatan mental tetap terjaga. Meghan sendiri memilih menjauh dari sorotan media sebagai bentuk perlindungan diri dan keluarganya.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: wolipop.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top