Turis China Trauma Usai Dilecehkan Petugas Keamanan di Resor Semporna Sabah

Penulis: Khoirul Anwar  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:34:01 WIB
Turis China berusia 25 tahun, Huang, bersembunyi di semak-semak resor Semporna, Sabah, selama hampir lima jam setelah diduga dilecehkan petugas keamanan.

NUSA TENGGARA BARAT — Seorang turis China berusia 25 tahun, Huang, mengalami pelecehan oleh pria yang diduga petugas keamanan saat menginap di resor mahal di Semporna, Sabah, Malaysia. Ia harus bersembunyi di semak-semak selama hampir lima jam sebelum ditemukan staf resor sekitar pukul 08.00. Kasus ini mendapat perhatian Kedutaan Besar China dan Dewan Pariwisata Sabah.

Huang menginap di Resor Semporna pada Senin (19/10) dan membayar sekitar 1.000 Yuan atau setara Rp 2,7 juta untuk pengalaman staycation tersebut. Insiden bermula ketika seorang pria yang diduga petugas keamanan resor masuk ke kamarnya pada malam hari saat ia sedang tidur.

Huang terbangun dan menyadari dirinya berada dalam situasi berbahaya. Ia dilecehkan oleh pria tersebut dan berusaha melawan sambil mencari celah untuk menyelamatkan diri.

Kronologi Upaya Melarikan Diri

Untuk mendapat kesempatan kabur, Huang berpura-pura meminta pria itu mandi. Upaya tersebut tidak berjalan mulus karena pria tersebut sempat menarik rambutnya dan menyeretnya.

Huang akhirnya berhasil melepaskan diri dan berlari ke area lereng yang dipenuhi semak-semak di sekitar resor. Ia bersembunyi sejak sekitar pukul 03.30 waktu setempat.

Selama bersembunyi, Huang mengaku sangat ketakutan dan tidak berani kembali ke resor. Tubuhnya digigit semut dan nyamuk, termasuk di sekitar bagian tubuh yang terluka. Ia hanya bisa bertahan dan berharap ditemukan dengan selamat.

Ditemukan Setelah Lima Jam Bersembunyi

Sekitar pukul 08.00, staf resor menemukan Huang di lokasi persembunyiannya. Meski sudah keluar dari situasi berbahaya, pengalaman tersebut meninggalkan trauma mendalam.

Melalui unggahan di platform Douyin, Huang menceritakan kejadian yang dialaminya. Ia mengaku masih merasa takut, bahkan ketika hendak memejamkan mata.

Huang juga menyoroti bahwa harga penginapan yang mahal tidak selalu menjamin keamanan tamu. Pernyataan itu menjadi catatan penting bagi traveler yang memilih akomodasi berdasarkan tarif.

Respons Kedutaan China dan Pemerintah Sabah

Kasus ini mendapat perhatian setelah Kedutaan Besar China turun tangan. Dewan Pariwisata Sabah dilaporkan telah bertemu dengan Huang, sementara pemerintah negara bagian Sabah memantau perkembangan kasus tersebut.

Pihak resor disebut telah menghubungi Huang, tetapi ia menyatakan belum menerima kompensasi. Huang telah menyerahkan penanganan persoalan ini kepada pengacaranya.

Pelajaran untuk Traveler yang Menginap Sendiri

Insiden di Semporna menegaskan pentingnya memeriksa prosedur keamanan akomodasi sebelum memesan, terutama bagi tamu yang bepergian sendiri. Tarif mahal bukan jaminan mutlak atas perlindungan tamu.

Traveler disarankan memastikan kamar memiliki kunci ganda, mengenali jalur evakuasi, dan menyimpan nomor darurat resor serta kedutaan negara asal. Untuk kasus di Sabah, informasi terkini mengenai status penanganan dapat dikonfirmasi melalui Dewan Pariwisata Sabah atau otoritas setempat.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top