SUMBAWA — Jasad MKR ditemukan pukul 07.05 Wita dalam keadaan mengambang di laut. Tim SAR gabungan langsung mengevakuasi jenazah dan membawanya ke Puskesmas Lunyuk untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Koordinator Pos SAR Sumbawa, Kurais, membenarkan penemuan korban terakhir sekaligus menyampaikan penutupan operasi pencarian.
"Pada pencarian hari kelima pukul 07.05 Wita, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban terakhir atas nama MKR dalam kondisi meninggal dunia, berjarak sekitar 2 nautical mile arah barat daya dari lokasi kejadian. Dengan ditemukannya korban terakhir ini, seluruh korban insiden di Pantai Batu Pampang telah berhasil dievakuasi, dan operasi SAR secara resmi kami nyatakan ditutup," ujar Kurais.
Musibah bermula pada Rabu (14/10/2026) pagi ketika empat wisatawan berusia 19 tahun terseret arus saat beraktivitas di kawasan Pantai Batu Pampang. Pada hari pertama kejadian, satu korban asal Sulawesi ditemukan meninggal dunia.
Pencarian hari kedua, Kamis (15/10/2026) sore, dua korban lainnya yakni MY (19) asal Tangerang dan MZ (19) asal Palembang ditemukan meninggal dunia terdampar di Pantai Kuang Dingin. MKR menjadi korban keempat yang baru ditemukan pada hari kelima.
Kurais menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian intensif selama lima hari. Menurutnya, koordinasi lintas instansi berjalan baik hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Polsek Alas, Polairud Polres Sumbawa, Pos AL Labupadi, serta seluruh masyarakat setempat yang telah bekerja keras dan berkoordinasi dengan sangat baik hingga seluruh korban berhasil ditemukan," tambahnya.
Pantai Batu Pampang di Kecamatan Lunyuk dikenal memiliki arus laut yang cukup kuat, terutama pada pagi hari. Warga setempat diminta lebih berhati-hati dan memantau kondisi air sebelum beraktivitas di pesisir.