MATARAM — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menyatakan keikutsertaan UMKM di ajang nasional ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pasar serta mendorong potensi ekonomi syariah daerah. ISEF 2026 resmi dibuka Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Hari Wibowo.
Pameran mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Ajang ini memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem rantai nilai halal dan memperluas inklusi keuangan syariah.
BI NTB memboyong pelaku usaha unggulan dari empat kategori berbeda. Berikut daftarnya:
Yuni Kinasih dan Erina Gallery tidak hanya mengisi booth pameran. Kedua jenama ini turut tampil dalam peragaan busana bergengsi In2motionfest 2026 x JMFW sebagai bagian dari rangkaian acara ISEF 2026.
Partisipasi tersebut diharapkan mampu mendongkrak eksposur serta membuka peluang pengembangan karya fesyen modest NTB di pasar nasional. Kehadiran desainer lokal di panggung mode nasional menjadi pintu masuk bagi produk NTB untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Selain pameran UMKM dan business matching, gelaran ISEF 2026 juga diisi dengan peluncuran tiga program strategis Bank Indonesia. Ketiganya adalah Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), pembaruan Zakat Core Principles (ZCP) dengan tambahan dimensi manajemen risiko, serta program beasiswa internasional melalui dana sosial syariah.
Langkah penguatan ini sejalan dengan posisi strategis Indonesia di kancah global. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia saat ini berada di peringkat keempat dunia.
Rantai nilai halal nasional tercatat tumbuh 5,5% secara tahunan pada triwulan II 2026. Angka ini menunjukkan permintaan terhadap produk halal terus meningkat, termasuk dari pasar domestik.
Keikutsertaan di ISEF 2026 menjadi ajang pembuktian bagi UMKM binaan BI NTB. Produk seperti aksesoris mutiara Lombok dan kuliner khas daerah memiliki karakter kuat yang sulit ditiru pesaing dari daerah lain.
Melalui partisipasi aktif di ISEF 2026, BI NTB optimistis produk-produk unggulan lokal dapat semakin berdaya saing tinggi. Ajang ini juga diharapkan mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.