MATARAM — Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menegaskan pihaknya belum mengeluarkan imbauan penghentian perjalanan umrah. Koordinasi dengan perwakilan RI di Arab Saudi dan Kementerian Haji dan Umrah terus dilakukan untuk memantau kondisi lapangan.
"Sampai saat ini jemaah umrah masih terus berjalan dan belum ada imbauan untuk menyetop. Kemlu dan perwakilan RI terkait serta Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi dan memantau situasi di lapangan," kata Heni dalam pernyataan resmi, Kamis, 15 Oktober 2026.
Insiden di Bandara Internasional King Khalid pada 10 Oktober 2026 menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Korban meninggal terdiri atas empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
KBRI Riyadh menerima informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada 13 Oktober 2026 mengenai dua WNI yang mengalami luka ringan dua hari sebelumnya. Keduanya berinisial RM, 45 tahun, dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah, dan ET, 32 tahun, di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi, Riyadh.
Kemlu menegaskan keduanya merupakan WNI residen pemegang izin tinggal (iqamah), bukan jemaah umrah. Keduanya sudah diperbolehkan pulang pada hari yang sama setelah mendapat penanganan medis.
Rencana kontingensi yang disusun KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah mencakup penanganan keadaan darurat jika situasi keamanan memburuk. Langkah ini termasuk mengantisipasi kemungkinan gangguan terhadap perjalanan dan aktivitas warga Indonesia di Arab Saudi.
Serangan tersebut juga menyebabkan penghentian sementara operasional bandara untuk pemeriksaan dan penilaian keselamatan. Hingga 11 Oktober 2026, Kemlu menyatakan belum ada WNI yang terkonfirmasi meninggal dunia, meski kemungkinan adanya WNI di antara korban luka masih diverifikasi saat informasi itu disampaikan.
Data resmi yang diterima Kemlu melalui KBRI Riyadh mencatat sekitar 581.000 WNI berada di Arab Saudi. Sebanyak 351.070 orang merupakan WNI residen pemegang iqamah, sedangkan 229.930 lainnya tercatat sebagai pengunjung atau pemegang visa ziarah.
KBRI Riyadh mengimbau WNI di Arab Saudi menghindari lokasi rawan, khususnya kawasan Bandara Internasional King Khalid, dan membatasi perjalanan yang tidak mendesak. WNI yang hendak bepergian dari dan menuju Arab Saudi diminta memastikan status penerbangan kepada maskapai masing-masing serta mengikuti informasi resmi otoritas setempat maupun perwakilan RI.
Bantuan dapat diakses melalui hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 atau KJRI Jeddah di nomor +966 503609667.