MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan menghadapi peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Langkah antisipasi dini ini menyasar warga di seluruh kabupaten dan kota di NTB.
Gubernur NTB menekankan pentingnya pembersihan saluran drainase dan penanggulangan sedimentasi sebagai upaya mengurangi risiko genangan saat curah hujan meningkat. Imbauan disampaikan seiring musim kemarau yang segera berakhir.
Saluran drainase yang tersumbat menjadi penyebab utama genangan air saat hujan deras turun. Endapan sedimen yang menumpuk selama musim kemarau memperparah kondisi tersebut.
Pembersihan rutin diperlukan agar aliran air tidak terhambat ketika intensitas hujan mulai naik. Warga diminta tidak menunggu hingga hujan pertama datang untuk bertindak.
Pemprov NTB mengarahkan masyarakat melakukan pembersihan saluran air di lingkungan masing-masing. Penanggulangan sedimentasi di titik-titik rawan juga menjadi bagian dari imbauan tersebut.
Kesiapsiagaan dini dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi. Pemerintah daerah berharap warga bergerak sebelum peralihan musim sepenuhnya berlangsung.
Peralihan dari kemarau ke hujan sering ditandai cuaca tidak menentu. Hujan deras berdurasi singkat dapat memicu genangan di kawasan padat permukiman.
Wilayah NTB dengan topografi beragam menghadapi risiko berbeda di tiap daerah. Kawasan pesisir dan dataran rendah umumnya lebih rentan terhadap genangan akibat drainase yang tidak lancar.
Imbauan ini menjadi peringatan awal bagi pemerintah kabupaten dan kota untuk bersiap. Koordinasi lintas instansi diperlukan agar penanganan drainase berjalan serentak sebelum puncak musim hujan.