Pemerintah Buka Peluang Bagi HP Bansos Digital Bersamaan Rekening 2026

Penulis: Khoirul Anwar  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:33:01 WIB
Pemerintah membuka peluang pembagian HP bansos digital bersamaan dengan pembukaan rekening warga desil 1-4 pada 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — Pemerintah membuka peluang pembagian telepon seluler untuk bansos digital berjalan bersamaan dengan program pembukaan rekening warga desil 1-4 pada 2026. Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyebut alokasi anggaran rekening beserta saldo awal Rp50.000 sudah disiapkan, meski jadwal pasti pembagian HP belum dipastikan.

Program ini menyasar penerima bansos dari kelompok desil 1-4, yaitu lapisan ekonomi terbawah dalam data kesejahteraan nasional. HP tersebut nantinya dipakai sebagai kanal penerimaan bantuan agar penyaluran tidak lagi bergantung pada uang tunai.

Kenapa HP Jadi Kanal Bansos Digital

Penyaluran bansos lewat perangkat seluler memungkinkan pemerintah mengirim dana langsung ke rekening penerima. Penerima bisa memantau saldo, menarik dana, atau membelanjakan bantuan tanpa harus datang ke kantor pos atau bank.

Skema ini juga mempermudah verifikasi penerima karena setiap transaksi tercatat digital. Bagi penerima di daerah terpencil, keberadaan HP menjadi syarat utama agar bantuan tidak tertahan di rekening yang tidak bisa diakses.

Anggaran Rekening dan Saldo Awal Rp50.000

Dradjad memastikan alokasi anggaran untuk pembukaan rekening bank bagi warga negara Indonesia berusia di atas 17 tahun dari desil 1-4 sudah disiapkan. Setiap rekening baru akan diisi saldo awal sebesar Rp50.000.

Dana tersebut disiapkan untuk implementasi pada 2026. Pemerintah menargetkan pembukaan rekening ini menjadi pintu masuk penyaluran bantuan sosial berbasis digital di tahun yang sama.

Kapan HP Bansos Mulai Dibagikan

Dradjad belum bisa memastikan tanggal pasti pembagian telepon seluler. Ia hanya menyebut kemungkinan kedua program berjalan bersamaan karena pembukaan rekening memang disiapkan untuk 2026.

"[Tapi] kita harapkan bisa dilakukan [bersamaan]. Karena memang [pembukaan rekening] kita siapkan untuk 2026," kata Dradjad di sela-sela acara ISEF 2026 di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam forum Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Hingga kini belum ada keterangan resmi soal merek, tipe, atau jumlah unit HP yang akan dibagikan.

Dampak ke Pengguna dan Pasar Lokal

Jika terealisasi, program ini berpotensi menambah jumlah pengguna smartphone baru dari kelompok yang sebelumnya belum memiliki perangkat. Pemerintah perlu memastikan perangkat yang dibagikan mendukung aplikasi perbankan dan koneksi internet stabil.

Aspek lain yang jadi perhatian adalah kesiapan infrastruktur jaringan di wilayah desil 1-4. Tanpa sinyal memadai, HP bansos tidak akan berfungsi optimal sebagai kanal penyaluran bantuan.

Program ini paling relevan bagi warga penerima bansos yang belum punya rekening bank maupun perangkat seluler. Bagi pengguna yang sudah memiliki HP dan rekening aktif, kebijakan ini lebih berdampak pada percepatan penyaluran bantuan di lingkungan sekitar.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top