QRIS Cross Border Catat 200 Transaksi di MotoGP Mandalika 2026, UMKM Binaan BI NTB Kebanjiran Pembeli

Penulis: Jefri Siahaan  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:31:32 WIB
Wisatawan mancanegara bertransaksi menggunakan QRIS Antarnegara di kawasan Sirkuit Mandalika.

MATARAM — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hario K. Pamungkas, menyatakan dukungan terhadap MotoGP Mandalika berfokus pada dampak ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat daerah. Pihaknya juga memperluas pemanfaatan QRIS Antarnegara agar wisatawan mancanegara bisa bertransaksi tanpa hambatan di kawasan sirkuit.

Kolaborasi BI NTB bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menghasilkan 200 transaksi QRIS Cross Border selama tiga hari penyelenggaraan. Fasilitas ini melayani wisatawan dari sejumlah negara mitra, termasuk Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Wisatawan Asing Cukup Pindai Kode dari Aplikasi Negara Asal

QRIS Antarnegara memungkinkan turis mancanegara bertransaksi hanya dengan memindai kode QRIS menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka. BI NTB aktif melakukan edukasi di lokasi strategis seperti Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

Sejumlah langkah pendukung juga disiapkan, mulai dari pemasangan stiker "Lombok Accept International QR Payments" hingga baliho dan sosialisasi di media massa. Tujuannya memastikan pelaku usaha dan wisatawan siap memakai teknologi pembayaran lintas negara itu.

Lima Produk UMKM Binaan BI NTB Jadi Rebutan Pengunjung

BI NTB menghadirkan sejumlah UMKM binaan pilihan di dalam kawasan sirkuit. Booth mereka tercatat mencatatkan penjualan harian yang signifikan selama gelaran balap berlangsung.

Beberapa produk lokal yang paling diminati pengunjung antara lain:

  • Kopi dari Dersi Coffee
  • Kuliner khas Ayam Merangkat dari Desa Wisata Bonjeruk
  • Camilan gurih olahan kacang dan jagung dari Songgajah
  • Olahan bakery dari Rasa Baru
  • Kerajinan tangan berkualitas dari Bale Rattan

Pemantauan Sistem Pembayaran: Tidak Ada Gangguan Signifikan

Selama perhelatan, BI NTB memantau kesiapan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) bank maupun non-bank serta penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) Bukan Bank. Hasilnya, sistem pembayaran nasional di area Mandalika berjalan andal tanpa gangguan berarti.

Kondisi itu menambah kenyamanan pengunjung domestik maupun asing yang bertransaksi di sekitar sirkuit. Pemantauan mencakup seluruh titik transaksi yang tersebar di kawasan penyelenggaraan.

Sinergi ke Depan untuk Perluas Pasar UMKM NTB

Hario menegaskan keberhasilan MotoGP Mandalika tidak hanya diukur dari kelancaran ajang internasional. "Bagi Bank Indonesia, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika tidak hanya diukur dari kelancaran sebuah ajang internasional, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan BI terus mendorong program yang berdampak nyata bagi perekonomian dan keuangan daerah. "Karena itu, kami terus mendorong agar berbagai program Bank Indonesia memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan keuangan daerah, bersifat inklusif kepada seluruh lapisan masyarakat, terintegrasi dengan program prioritas pemerintah, serta dilaksanakan melalui sinergi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan," tambahnya.

Ke depan, BI NTB berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha. Fokusnya memperluas ekosistem ekonomi digital, membuka pasar UMKM lebih luas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi NTB yang inklusif dan berkelanjutan.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: globalfmlombok.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top