MATARAM — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hario K. Pamungkas, menyatakan dukungan terhadap MotoGP Mandalika berfokus pada dampak ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat daerah. Pihaknya juga memperluas pemanfaatan QRIS Antarnegara agar wisatawan mancanegara bisa bertransaksi tanpa hambatan di kawasan sirkuit.
Kolaborasi BI NTB bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menghasilkan 200 transaksi QRIS Cross Border selama tiga hari penyelenggaraan. Fasilitas ini melayani wisatawan dari sejumlah negara mitra, termasuk Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
QRIS Antarnegara memungkinkan turis mancanegara bertransaksi hanya dengan memindai kode QRIS menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka. BI NTB aktif melakukan edukasi di lokasi strategis seperti Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).
Sejumlah langkah pendukung juga disiapkan, mulai dari pemasangan stiker "Lombok Accept International QR Payments" hingga baliho dan sosialisasi di media massa. Tujuannya memastikan pelaku usaha dan wisatawan siap memakai teknologi pembayaran lintas negara itu.
BI NTB menghadirkan sejumlah UMKM binaan pilihan di dalam kawasan sirkuit. Booth mereka tercatat mencatatkan penjualan harian yang signifikan selama gelaran balap berlangsung.
Beberapa produk lokal yang paling diminati pengunjung antara lain:
Selama perhelatan, BI NTB memantau kesiapan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) bank maupun non-bank serta penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) Bukan Bank. Hasilnya, sistem pembayaran nasional di area Mandalika berjalan andal tanpa gangguan berarti.
Kondisi itu menambah kenyamanan pengunjung domestik maupun asing yang bertransaksi di sekitar sirkuit. Pemantauan mencakup seluruh titik transaksi yang tersebar di kawasan penyelenggaraan.
Hario menegaskan keberhasilan MotoGP Mandalika tidak hanya diukur dari kelancaran ajang internasional. "Bagi Bank Indonesia, keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika tidak hanya diukur dari kelancaran sebuah ajang internasional, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan BI terus mendorong program yang berdampak nyata bagi perekonomian dan keuangan daerah. "Karena itu, kami terus mendorong agar berbagai program Bank Indonesia memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan keuangan daerah, bersifat inklusif kepada seluruh lapisan masyarakat, terintegrasi dengan program prioritas pemerintah, serta dilaksanakan melalui sinergi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan," tambahnya.
Ke depan, BI NTB berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha. Fokusnya memperluas ekosistem ekonomi digital, membuka pasar UMKM lebih luas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi NTB yang inklusif dan berkelanjutan.