BRI Kukuhkan Diri sebagai Merek Paling Bernilai di Indonesia, Nilainya USD6,9 Miliar

Penulis: Luthfi Hakim  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 08:05:01 WIB
Logo BRI terlihat pada peluncuran laporan Brand Finance Indonesia 100 2026.

NUSA TENGGARA BARAT — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menempati peringkat pertama dalam laporan Brand Finance Indonesia 100 2026 dengan nilai merek USD6,9 miliar, mempertahankan posisi tersebut selama empat tahun berturut-turut. Pencapaian ini menegaskan ketahanan bisnis perbankan ritel BRI di tengah persaingan industri jasa keuangan yang semakin ketat.

Paragraf pembuka: Laporan Brand Finance Indonesia 100 2026 yang dirilis konsultan valuasi merek global Brand Finance mencatat total nilai gabungan 100 merek paling bernilai di Indonesia mencapai USD44,8 miliar. Sektor perbankan menyumbang 45 persen dari total tersebut, dengan BRI berada di posisi teratas. Corporate Secretary BRI Dhanny menyebut capaian ini sebagai pengakuan atas konsistensi perseroan membangun bisnis yang berkelanjutan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Faktor Pendorong Posisi BRI

Ketahanan bisnis perbankan ritel menjadi salah satu penopang utama posisi BRI di peringkat teratas. Kebutuhan pembiayaan mikro, perumahan, dan konsumer yang besar di pasar domestik turut memperkuat fondasi bisnis perseroan.

Jaringan layanan BRI yang luas, terutama di segmen mikro, berperan penting dalam memperluas inklusi keuangan. Peran tersebut dinilai menjadi faktor yang terus menjaga posisi BRI di jajaran merek paling bernilai di Indonesia.

Pengakuan atas Kepercayaan Nasabah

Dhanny menegaskan bahwa kekuatan merek BRI dibangun melalui kepercayaan nasabah dan kualitas layanan. Menurutnya, pengakuan dari Brand Finance menjadi motivasi untuk memperkuat fundamental bisnis dan memperluas kontribusi bagi perekonomian nasional.

"Mempertahankan posisi sebagai merek paling bernilai di Indonesia selama empat tahun berturut-turut merupakan pencapaian yang sangat berarti bagi BRI. Bagi kami, kekuatan sebuah merek terutama dibangun melalui kepercayaan nasabah, kualitas layanan, serta kemampuan perusahaan dalam memberikan nilai tambah secara konsisten," ujar Dhanny.

Keberlanjutan Jadi Komponen Nilai Merek

Selain mempertahankan posisi sebagai merek paling bernilai, BRI juga mencatatkan Sustainability Perceptions Value (SPV) tertinggi di Indonesia sebesar USD328 juta. Indikator ini menggambarkan seberapa besar persepsi publik terhadap komitmen keberlanjutan perusahaan ikut membentuk nilai merek secara keseluruhan.

Bagi BRI, keberlanjutan bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan atau pelaporan ESG. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan pembiayaan berkelanjutan, pemberdayaan UMKM, perluasan inklusi keuangan, serta penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam aktivitas perusahaan.

"Bagi BRI, keberlanjutan bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan ataupun pelaporan ESG, melainkan bagian dari strategi untuk menciptakan nilai jangka panjang. Kami meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang berkualitas harus berjalan seiring dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan," tegas Dhanny.

Prioritas ke Depan

BRI menempatkan penguatan inklusi keuangan, pemberdayaan UMKM, dan penerapan tata kelola yang baik sebagai prioritas ke depan. Langkah ini dinilai sejalan dengan strategi menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkualitas tanpa mengabaikan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan.

Posisi BRI sebagai merek paling bernilai di Indonesia selama empat tahun berturut-turut menunjukkan bahwa reputasi keberlanjutan dan ketahanan bisnis ritel menjadi kombinasi yang menentukan dalam industri jasa keuangan nasional.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top