MATARAM — Apel gelar pasukan yang digelar di Eks Bandara Selaparang tersebut menjadi pengecekan terakhir kesiapan personel, sarana, dan prasarana sebelum MotoGP digelar. Hadir dalam apel itu Wakapolda NTB beserta jajaran PJU Polda NTB, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Danrem 162/WB, Danlanud ZAM, Danlanal Mataram, Dansat Brimob, para Kapolres/tas se-Pulau Lombok, Kabinda NTB, Basarnas NTB, sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov NTB, Direktur Utama ITDC, MGPA, serta mitra Kamtibmas dari berbagai elemen masyarakat.
Kapolda NTB menegaskan apel gelar pasukan merupakan tahapan penting untuk mengecek kesiapan seluruh unsur yang akan terlibat dalam operasi.
"Apel gelar pasukan ini penting untuk menentukan kesiapan seluruh personel dari stakeholder yang terlibat, termasuk kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung penyelenggaraan operasi," ujar Kapolda NTB.
Pengamanan MotoGP tahun ini dikemas dalam Operasi Mandalika Rinjani 2026, sebuah operasi lintas sektoral yang melibatkan berbagai unsur. Selain Polri dan TNI, operasi ini melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait, hingga elemen masyarakat.
"Operasi yang kita selenggarakan kali ini diberi nama Ops Mandalika Rinjani 2026, yang merupakan operasi lintas sektoral dalam rangka pengamanan penyelenggaraan internasional Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 yang akan berlangsung tanggal 9 hingga 11 Oktober mendatang," ungkap Kapolda.
Menurut Kapolda, keterlibatan lintas sektor menjadi bagian penting agar seluruh aspek pengamanan berjalan terpadu. Sinergi antarinstansi diperlukan karena MotoGP bukan hanya menghadirkan aktivitas balapan, tetapi juga pergerakan wisatawan, penonton, pembalap, kru, serta berbagai kegiatan pendukung di sejumlah wilayah NTB.
Kapolda NTB meminta seluruh personel yang terlibat menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Ia menekankan pentingnya melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan profesionalisme.
"Saya berharap seluruh personel yang terlibat dapat menjalankan tugas ini dengan baik sesuai tupoksi, didasari rasa ikhlas dan penuh tanggung jawab, sehingga operasi ini benar-benar mendatangkan hasil sesuai harapan, yaitu suksesnya penyelenggaraan MotoGP 2026 dengan Aman dan lancar," tegasnya.
Kapolda menilai penyelenggaraan MotoGP menjadi kesempatan bagi seluruh stakeholder di NTB untuk menunjukkan kemampuan daerah menjadi tuan rumah event bertaraf internasional. Keberhasilan pengamanan dan penyelenggaraan MotoGP dinilai tidak hanya berdampak pada nama baik NTB, tetapi juga citra Indonesia di mata dunia.
"Ini saatnya sinergitas seluruh stakeholder yang ada di NTB untuk membuktikan diri bahwa kita memiliki kemampuan sebagai tuan rumah event bertaraf internasional. Kesuksesan yang kita harapkan nantinya bukan hanya kebanggaan bagi daerah dan masyarakat NTB, tetapi juga citra positif negara di mata internasional," pungkas Kapolda NTB.