Viral Klaim NASA Prediksi Asteroid Hantam Bumi 2027, Ini Faktanya

Penulis: Jefri Siahaan  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:03:31 WIB
Video TikTok klaim NASA prediksi asteroid hantam Bumi 2027 telah dihapus setelah ditonton 4,2 juta kali.

NUSA TENGGARA BARAT — Video di TikTok yang mengklaim NASA memprediksi asteroid besar menghantam Bumi pada 2027 telah ditonton 4,2 juta kali sebelum akhirnya dihapus platform. Konten itu ternyata potongan dokumen latihan simulasi NASA yang dikeluarkan dari konteks, bukan prediksi ancaman nyata. NASA memastikan tidak ada asteroid besar yang mengancam Bumi setidaknya untuk 100 tahun ke depan.

Platform pemeriksa fakta BiasBreak mendokumentasikan video tersebut sebelum hilang dari TikTok. Isinya menggabungkan tangkapan layar hasil pencarian Google dan potongan studi NASA untuk membangun kesan bahwa klaim hantaman asteroid berasal dari lembaga antariksa Amerika Serikat itu.

Narasi dalam video menyebut International Asteroid Warning Network (IAWN) mengonfirmasi asteroid 2017 PDC berada di jalur yang hampir pasti menghantam Bumi pada 21 Juli 2027. Video itu juga mengeklaim peluang hantaman mencapai 96 persen dengan wilayah terdampak membentang dari Hawaii hingga Afrika.

Asal Dokumen: Latihan Simulasi, Bukan Prediksi

Seluruh dokumen yang dikutip video viral itu berasal dari latihan simulasi yang rutin digelar NASA. Lembaga tersebut menyajikan asteroid buatan kepada tim ahli untuk menguji respons mereka, mulai dari meluncurkan misi pengalihan jalur hingga menyiapkan evakuasi warga.

Astrofisikawan Alfredo Carpineti menjelaskan bahwa tim perancang simulasi sengaja menyusun skenario yang terasa realistis. "Jika asteroid simulasi ini benar-benar nyata, dampaknya bisa sangat menghancurkan dalam skala benua. Mengingat ketidakpastian mengenai objek tersebut, ia bisa saja jatuh pada tanggal 29 April 2027 di jalur sempit yang membentang dari Hawaii hingga Afrika, melintasi wilayah daratan utama Amerika Serikat," kata Carpineti.

Dalam skenario itu, NASA dan sejumlah badan antariksa dunia digambarkan mengirim armada penabrak kinetik untuk membelokkan arah asteroid. Langkah tersebut dikondisikan gagal, sehingga tim melanjutkan simulasi penanganan dampak.

Klaim 96 Persen dan Kota New York

Pada hari terakhir konferensi simulasi, tim memodelkan potensi hantaman yang hampir pasti menimpa New York pada 29 April 2027 dengan energi 5 hingga 20 megaton. NASA menegaskan skenario ini bukan kejadian asli.

Leviticus Lewis dari Divisi Operasi Penanggulangan FEMA menekankan pentingnya menyatukan komunitas penanggulangan bencana dan komunitas ilmiah. "Latihan ini sangat berharga karena melanjutkan upaya yang sedang berjalan dalam mengidentifikasi pertanyaan dan isu utama untuk skenario yang berpeluang rendah namun berdampak besar ini," ujar Lewis.

Mengapa Video Bisa Menyesatkan

Video viral itu memotong bagian dokumen yang secara eksplisit menyatakan latihan sebagai simulasi. Tangkapan layar hasil pencarian Google dipakai untuk memberi kesan klaim berasal dari sumber resmi NASA.

NASA dan astronom lain memang terus memantau langit untuk mendeteksi asteroid yang berpotensi membahayakan Bumi. Namun lembaga itu memastikan tidak ada ancaman hantaman asteroid besar yang terdata setidaknya untuk 100 tahun ke depan.

Karena NASA rutin menggelar simulasi ancaman asteroid, potongan dokumen latihan mudah disalahartikan sebagai peringatan nyata. Hingga kini tidak ada ancaman mendesak dari asteroid mana pun terhadap Bumi.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top