TALIWANG — Tim penilai menempuh perjalanan menantang menuju Desa Rara Ronges, Kecamatan Brang Rea, untuk melakukan fact finding terhadap Johari S.Pd., calon Pemuda Pelopor bidang Kewirausahaan. Lokasi tersebut berada di ketinggian sekitar 800 MDPL dengan medan ekstrem, memakan waktu satu jam perjalanan dari Taliwang. Kondisi itu tidak menyurutkan langkah tim untuk melihat langsung kiprah Johari mengembangkan wirausaha kopi dari hasil desanya.
Tim fact finding mendalami sejumlah aspek dari program yang dijalankan Johari. Mulai dari keterlibatan masyarakat, manfaat yang dihasilkan, hingga dampak program bagi warga Desa Rara Ronges. Penilaian lapangan ini menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan nyata, bukan sekadar proposal di atas kertas.
Sementara itu, proses penilaian terhadap Eka Laraswati berlangsung di Aula Kantor Disparpora KSB. Eka merupakan influencer yang juga penerima Fully Founded Malaysia–Singapura 2026, dengan program di bidang Sosial Kemasyarakatan. Dewan juri menggali informasi soal latar belakang program, proses pelaksanaan, keterlibatan masyarakat, dampak, hingga output dan keberlanjutan program tersebut.
Berbagai pertanyaan disampaikan Dewan Juri untuk melihat sejauh mana gagasan dan program masing-masing calon mencerminkan nilai-nilai kepeloporan. Penilaian juga menyoroti kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat.
Proses seleksi dipimpin langsung oleh H. Tarmidzi, S.Kom, M.E., bersama anggota lainnya yang terdiri dari Profesor Kadri, L. Suryadi Mulawarman, S.Sn., M.Pd, Gema ST, Heny Indu S.Adm, dan Junaidin, S.Pd. Penilaian dimulai dari Pulau Sumbawa, diawali KSB, dan akan berlanjut ke Sumbawa Besar pada 28–29 September.
Setelah Sumbawa Besar, tim bergerak ke Dompu dan Kabupaten Bima. Selanjutnya, tim akan hadir menilai di Pulau Lombok pada awal bulan Oktober mendatang.
Pemuda Pelopor Desa adalah pemuda berusia 16–30 tahun sesuai UU Kepemudaan Nomor 40 Tahun 2009. Mereka berperan sebagai penggerak perubahan dan inovasi dalam pembangunan desa. Bidang yang dinilai mencakup wirausaha, ekonomi digital, sosial kemasyarakatan, lingkungan, seni, dan budaya.
Seleksi tingkat provinsi ini menjadi bagian dari proses menemukan dan mengapresiasi pemuda yang memiliki inisiatif, inovasi, kepedulian, serta kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat dan desa. Dari perjalanan fact finding di medan menantang hingga pendalaman program di ruang penilaian, setiap tahapan menjadi bagian untuk melihat lebih dekat kiprah para calon dari berbagai wilayah di NTB.