Bahlil Soroti Pajero Isi BBM Subsidi 700 Liter di Makassar

Penulis: Mardian Syah  •  Kamis, 24 September 2026 | 10:34:02 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti temuan pengisian BBM subsidi 700 liter ke mobil Pajero di Makassar.

NUSA TENGGARA BARAT — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyoroti temuan polisi di Makassar, Sulawesi Selatan, soal mobil Mitsubishi Pajero yang tangkinya diisi BBM subsidi sampai 700 liter. Angka itu janggal karena kapasitas tangki standar Pajero Sport menurut data pabrikan hanya 68 liter, sehingga ada dugaan BBM subsidi dibeli dalam jumlah besar lalu dijual kembali oleh oknum.

Bahlil Lahadalia mengangkat temuan lapangan itu sebagai contoh nyata penyalahgunaan BBM subsidi yang selama ini sulit diberantas. Menurutnya, mobil-mobil tergolong premium dengan pemilik yang dinilai mampu justru masih mengisi BBM bersubsidi, bahkan dalam volume yang tidak wajar.

Kapasitas Tangki Pajero Sport Cuma 68 Liter

Data spesifikasi pabrikan menyebut tangki Mitsubishi Pajero Sport hanya menampung 68 liter bahan bakar. Artinya, angka 700 liter yang disebut Bahlil jauh di luar kapasitas normal kendaraan itu.

Selisih sebesar itu memunculkan dugaan ada modifikasi tangki atau pengisian berulang dalam jumlah besar yang tidak masuk akal untuk pemakaian pribadi. Polisi di Makassar yang menemukan kasus ini menjadi rujukan Bahlil saat membahas persoalan tersebut.

Dugaan BBM Subsidi Dijual Ulang ke Pihak Lain

Bahlil menduga pembelian BBM subsidi dalam jumlah besar itu tidak berhenti di tangki kendaraan. Menurutnya, ada indikasi BBM tersebut dijual kembali oleh oknum tertentu.

Dampaknya, alokasi subsidi bisa bergeser dari kelompok yang seharusnya menerima. Bahlil menyebut masyarakat berhak yang justru dirugikan ketika jatah mereka diambil dan diperdagangkan ulang.

Imbauan ke Pemilik Mobil Mampu

Bahlil meminta masyarakat yang secara ekonomi mampu untuk tidak memakai BBM subsidi, apalagi dalam jumlah yang tidak wajar. Ia menilai kondisi itu menunjukkan adanya potensi penyalahgunaan oleh pihak yang sebenarnya sanggup membeli BBM non-subsidi.

"Ya cobalah kita pakai perasaanlah. Saya berkali-kali terus ini, ngomong ini. Janganlah, kasihan," ujar Bahlil.

Pergeseran Alokasi Subsidi Jadi Sorotan

Pernyataan Bahlil menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar pelanggaran administrasi. Pergeseran alokasi subsidi berpotensi mengurangi manfaat yang seharusnya diterima kelompok kurang mampu.

"Gimana nggak shifting kalau mobil bagus begitu aja diisi pakai minyak subsidi, habis itu dijual lagi. Ya kasihan itu kan saudara-saudara kita yang berhak menerimanya yang kita ambil kan," kata Bahlil.

Ia menambahkan, praktik ambil lalu jual ulang itu membuatnya sulit menakar seberapa jauh penyimpangan terjadi di lapangan. "Diambil, dijual lagi. Wah itu sudah saya nggak tahu lagi ya pikiran udah gimana lah kira-kira begitu," tambahnya.

Reporter: Mardian Syah
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top