NUSA TENGGARA BARAT — Fitur yang awalnya dibuat untuk aksesibilitas ini justru menjadi momok bagi pengguna yang tidak membutuhkannya. Alih-alih membantu, subtitle yang muncul tiba-tiba di aplikasi Foto atau Safari sering kali salah menangkap dialog, menampilkan deretan teks yang tidak nyambung dengan apa yang diucapkan. Tom's Guide menyebut fitur ini sebagai "overreach" — terlalu memaksakan diri pada semua pengguna tanpa terkecuali.
Apple memperkenalkan transkripsi langsung sebagai bagian dari pembaruan aksesibilitas. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi bahasa yang sedang diputar dan menampilkan teksnya secara real-time. Masalahnya, deteksi bahasa ini sering keliru, terutama untuk konten dengan aksen atau campuran bahasa.
Akibatnya, video berbahasa Indonesia pun bisa memicu subtitle yang tidak akurat, atau bahkan muncul saat kamu menonton video musik yang tidak membutuhkan teks sama sekali. Pengguna yang selalu mematikan suara ponsel juga terkena imbasnya — iOS menganggap mode senyap sebagai alasan untuk menampilkan caption.
Kalau kamu sedang menonton video dan subtitle muncul, ketuk layar untuk memunculkan kontrol pemutaran. Pilih ikon tiga titik untuk membuka More Controls, masuk ke menu Subtitles, lalu pilih Off. Cara ini bekerja untuk video yang sedang kamu tonton saat itu juga.
Catatannya: pengaturan ini tidak permanen. Video berikutnya yang kamu putar akan kembali menampilkan subtitle otomatis.
Untuk solusi jangka panjang, kamu harus masuk ke menu Pengaturan. Berikut langkahnya:
Ada tiga opsi yang bisa kamu atur sesuai kebutuhan:
Kabar baiknya, kamu bisa mengatur ketiga opsi ini secara terpisah. Kalau kamu sebenarnya masih ingin subtitle muncul saat video dimute, biarkan toggle itu aktif dan matikan dua opsi lainnya.
Untuk pengguna dengan gangguan pendengaran, fitur ini jelas bermanfaat. Namun untuk pengguna umum, default yang aktif sejak awal adalah keputusan desain yang patut dipertanyakan. Memaksa semua orang memakai fitur aksesibilitas tanpa persetujuan justru membuat fitur tersebut terasa mengganggu, bukan membantu.
Yang lebih disayangkan, akurasi transkripsinya masih jauh dari memadai. Subtitle yang salah ketik atau gagal menangkap istilah teknis justru menambah kebisingan visual di layar, bukan mengurangi. Semoga Apple mempertimbangkan untuk mengubah default-nya di pembaruan berikutnya — atau setidaknya menanyakan preferensi pengguna saat pertama kali setup.