MATARAM — Pemandangan berbeda tersaji saat rombongan DPRD Kota Mataram menyusuri area SMPN 18 Mataram. Di sela aktivitas belajar, perhatian para wakil rakyat itu tertuju pada seorang siswa kelas IX yang duduk dengan seragam lusuh dan dipenuhi coretan di beberapa bagian.
Anak itu bernama Razaq. Kondisi bajunya jauh dari layak pakai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Saat didekati dan ditanya perihal penampilannya, Razaq menjawab dengan polos. Ia mengaku tidak memiliki seragam lain untuk dikenakan bersekolah.
"Razaq gak ada seragam lain, gak tahu dimana seragam saya," ujar Razaq kepada anggota dewan yang menemuinya.
Jawaban singkat itu sontak membuat suasana hening. Para anggota dewan yang hadir pun tampak prihatin mendengar kondisi yang dialami pelajar tersebut.
Ahmad Azhari Gufron, anggota DPRD Kota Mataram dari daerah pemilihan Ampenan, tak tinggal diam. Ia langsung memberikan perhatian khusus kepada Razaq.
Gufron meminta Razaq untuk singgah ke kediamannya sepulang sekolah nanti. Kepada siswa itu, ia berjanji akan memberikan seragam baru yang layak pakai.
"Nanti pulang sekolah kamu ke rumah saya ya. Tahu kan rumah saya? Nanti saya kasih seragam baru," kata Gufron kepada Razaq.
Perhatian sederhana itu diharapkan mampu mengembalikan rasa nyaman dan percaya diri Razaq dalam mengikuti pelajaran. Seragam layak pakai menjadi salah satu kebutuhan dasar yang seharusnya terpenuhi bagi setiap pelajar.
Kisah Razaq menjadi pengingat bahwa masih ada siswa di daerah yang membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan sekolah. Semangat mereka untuk terus belajar patut dijaga, apa pun kondisinya.