NUSA TENGGARA BARAT — Honda membuka pameran GIIAS 2026 dengan strategi pembiayaan yang dirancang untuk menekan angka angsuran bulanan. Alih-alih menurunkan harga jual, pabrikan asal Jepang ini justru mengulur tenor kredit hingga 5 tahun melalui skema bernama Honda Flexi Pay. Hasilnya, konsumen bisa membawa pulang Brio dengan cicilan di bawah Rp 2 juta.
Director Honda Jakarta Center, Hendra Kustiawan, menjelaskan mekanisme ini saat pembukaan GIIAS 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Jumat (31/8/2026). "Kalau yang Brio itu kan kita DP-nya ada kerjasama dengan Orico Balimor Finance. Itu DP-nya 30 persen, tenornya 3-5 tahun," ujarnya. Simulasi Kredit: Brio Rp 1,8 Jutaan vs WR-V Rp 2,9 Jutaan
Angka "mulai Rp 1 jutaan" yang digembar-gemborkan ternyata mengacu pada tenor maksimal 59 bulan. Berikut simulasi yang dipaparkan Honda:
- Honda Brio Satya S CVT — harga Rp 184,5 juta - TDP: Rp 73.028.000 - Cicilan 59 kali: Rp 1.871.000 - Honda WR-V E CVT — harga sekitar Rp 274,5 juta - TDP: Rp 109.430.000 - Cicilan 59 kali: Rp 2.918.000
Perbandingan keduanya menunjukkan pola yang sama: DP 30 persen dihitung dari harga mobil, dan sisa pokok utang dibagi rata ke 59 bulan. Yang tidak disebut dalam brosur adalah total bunga yang dibayar konsumen selama 5 tahun—komponen yang justru paling menentukan apakah skema ini benar-benar hemat atau sekadar meringankan beban bulanan. PR, DP 30 Persen, dan Skema Buy Back
Program Flexi Pay sebenarnya bukan barang baru di industri otomotif. Pola DP 30 persen dengan tenor panjang sudah lazim ditawarkan lewat perusahaan pembiayaan seperti Orico Balimor Finance. Yang membuat program ini menarik adalah paket tambahan yang menyertainya:
- Gasoline Money hingga Rp 3 juta - Voucher Aftersales senilai Rp 1,5 juta - Trade-in cashback hingga Rp 10 juta untuk penukaran mobil lama - Buy Back Guarantee — jaminan harga jual kembali di akhir tenor - Paket Prima After Sales untuk perawatan berkala di bengkel resmi
Buy Back Guarantee menjadi fitur yang perlu dicermati. Skema ini biasanya mengunci harga mobil di akhir tenor, tapi dengan syarat kondisi kendaraan prima dan servis rutin di bengkel resmi. Kalau telat servis atau ada modifikasi, jaminan itu bisa hangus. Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Tanda Tangan
Ada beberapa catatan yang jarang dibahas dalam rilis resmi pabrikan. Pertama, tenor 59 bulan berarti mobil baru akan lunas saat usianya sudah 5 tahun—di titik itu, nilai jual kembali Brio bekas kemungkinan besar sudah jauh di bawah sisa pokok utang di tahun-tahun awal. Kedua, DP Rp 73 juta untuk Brio terbilang besar; dengan uang muka segitu, konsumen sebenarnya bisa mempertimbangkan mobil segmen lebih tinggi dengan skema kredit konvensional tenor lebih pendek.
Hendra menambahkan bahwa fleksibilitas tenor ini memang menyasar konsumen yang ingin mengatur arus kas bulanan. "Jadi kita juga belajar dari beberapa kebutuhan konsumen itu. Tolong dong angsurannya mungkin lebih ringan, karena mungkin saya harus ngatur mungkin gaji atau uang yang masuk setiap bulannya," katanya. Verdict: Cocok untuk yang Prioritaskan Arus Kas, Bukan Total Biaya
Skema ini ideal untuk pembeli dengan penghasilan tetap yang ingin cicilan bulanan tidak mengganggu pos pengeluaran rutin. Namun kalau orientasimu adalah efisiensi total biaya kepemilikan, DP lebih tebal dengan tenor 3 tahun tetap lebih masuk akal—total bunga yang dibayar jauh lebih kecil, dan risiko nilai mobil anjlok di tahun ke-4 dan ke-5 bisa dihindari.
Promo GIIAS 2026 berlaku selama pameran berlangsung di ICE BSD City. Konsumen yang serius sebaiknya meminta rincian simulasi kredit lengkap—termasuk suku bunga efektif dan biaya administrasi—sebelum menandatangani apa pun.