NUSA TENGGARA BARAT — Berdasarkan data yang dihimpun dari platform jual-beli Moladin, BYD M6 bekas kini mulai banyak dilirik. Model ini tercatat sebagai salah satu mobil listrik terlaris di Indonesia. Menurut data Gaikindo, pada April 2026, BYD M6 menempati posisi kedua dengan distribusi mencapai 2.472 unit.
BYD M6 hadir dalam dua varian baterai. Varian Standard menggendong baterai 55,4 kWh dengan klaim jarak tempuh 420 km dan konfigurasi 7-penumpang. Varian Superior serta Superior Captain Seat dibekali baterai 71,8 kWh yang mampu menempuh hingga 530 km.
Untuk performa, motor listrik AC Permanent Magnet Synchronous Motor menggerakkan roda depan. Varian Standard menghasilkan tenaga 120 kW, sedangkan varian Superior dan Superior Captain Seat naik ke 150 kW. Torsi puncak mencapai 310 Nm dengan kecepatan maksimum 180 km/jam.
Salah satu alasan BYD M6 bekas banyak dicari adalah penggunaan Blade Battery. Teknologi ini dikenal memiliki tingkat keamanan dan efisiensi yang baik untuk penggunaan harian. Bagi pengguna mobil listrik keluarga, faktor jarak tempuh yang kompetitif menjadi pertimbangan utama, dan BYD M6 dinilai unggul di sektor ini.
Kabinnya juga menjadi nilai jual. Tersedia pilihan 7-seater dan Captain Seat 6-seater yang memberikan kenyamanan lebih untuk perjalanan jauh.
Membeli BYD M6 bekas tidak bisa hanya melihat tampilan luar. Mobil listrik memiliki komponen kritis yang perlu dicek lebih detail. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Dengan harga mulai Rp325 jutaan, selisihnya sudah cukup signifikan dibanding unit baru. Ini menjadi keuntungan bagi pembeli yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa mengeluarkan dana terlalu besar. Namun, pengecekan kondisi baterai, riwayat servis, dan status garansi tetap menjadi faktor penentu kenyamanan serta nilai investasi jangka panjang.