LOMBOK UTARA — Suasana Gili Trawangan berubah menjadi panggung kreativitas pada Sabtu sore. Alih-alih hanya menjadi alat angkut wisatawan, puluhan cidomo berparade dengan hiasan penuh warna, mulai dari ornamen tradisional hingga aksen modern. Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Jadi Polri ke-80 yang dikemas dalam “Cidomo Fest 2026”.
Persaingan ketat terjadi di antara para pengemudi. Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, menyebutkan bahwa total peserta yang turun adalah 31 orang. Mereka semua merupakan anggota Koperasi Janur Indah yang sehari-hari mengelola transportasi cidomo di kawasan Gili Tramena.
Setelah melalui penilaian, peserta nomor urut 21 atas nama Irman berhasil menjadi Juara Umum dengan total nilai 465. Hadiah utama yang dibawa pulang adalah Paket Ibadah Umrah. “Persaingan ketat dalam kreativitas menghias moda transportasi khas Lombok ini membuahkan hasil,” ujar Kombes Pol. Mohammad Kholid dalam keterangan resminya.
Acara yang dimulai pukul 15.30 WITA itu dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimda, termasuk Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, dan Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Much. Sjasul Arif. Turut hadir pula Ketua Gili Hotel Association (GHA) Lalu Kusnawan serta Ketua Lembaga Adat Gili Trawangan Raisman Purwadadi.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabid Humas, Kapolda NTB menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menyukseskan acara ini. “Kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama dalam mempertahankan kearifan lokal dan identitas transportasi tradisional di tengah dunia pariwisata modern. Eksistensi cidomo, khususnya di Gili Trawangan, harus terus kita pertahankan,” tegas Kombes Pol. Mohammad Kholid meneruskan pesan Kapolda.
Bagi para pengemudi cidomo, festival ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan nilai jual jasa mereka. Dengan cidomo yang dihias lebih menarik, wisatawan domestik maupun mancanegara yang memadati rute parade menjadi lebih tertarik untuk naik dan berfoto. Hal ini secara langsung berpotensi menambah penghasilan harian mereka.
Bagi industri pariwisata, kegiatan ini memperkuat citra Gili Trawangan sebagai destinasi yang ramah dan kaya budaya. Ketua Gili Hotel Association yang hadir dalam acara tersebut menandakan adanya sinergi antara kepolisian, pelaku wisata, dan masyarakat adat. “Sinergitas antarelemen masyarakat dan pemangku kepentingan sangat krusial demi mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan di kawasan Pariwisata Super Prioritas ini,” tambah Kabid Humas.
Keterlibatan Polda NTB bukan sekadar seremoni. Menurut Kabid Humas, Polda NTB berkomitmen penuh mendukung kemajuan pariwisata dengan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) tetap kondusif. Dengan hadir langsung di tengah masyarakat dan pelaku wisata, kepolisian ingin menunjukkan bahwa keamanan adalah fondasi utama pariwisata yang berkelanjutan.
Kapolda NTB secara simbolis melepas para peserta yang kemudian berparade mengelilingi Pulau Gili Trawangan. Rute yang dilalui dipadati wisatawan yang antusias menyaksikan iring-iringan cidomo hias. Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan untuk terus merawat identitas transportasi tradisional di tengah gempuran modernisasi.